Menghadapi Masa Pensiun tanpa Uang Pensiun

  • 20 Sep 2026 05:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memasuki masa pensiun sering dibayangkan sebagai waktu untuk beristirahat setelah puluhan tahun bekerja, tetapi tidak semua orang memiliki uang pensiun yang dapat diandalkan setiap bulan. Bagi pekerja yang tidak memperoleh manfaat pensiun tetap, masa setelah berhenti bekerja perlu dipersiapkan sebagai fase kehidupan yang membutuhkan sumber penghasilan dan pengelolaan keuangan secara mandiri.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan di berbagai negara ketika biaya hidup meningkat sementara tabungan pensiun belum tentu mencukupi. Reuters dalam laporan mengenai perencanaan pensiun pada 2026 mencatat bahwa pertanyaan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk pensiun tidak memiliki satu jawaban yang berlaku bagi semua orang karena kebutuhan sangat bergantung pada pola pengeluaran, sumber pendapatan, biaya kesehatan, dan gaya hidup.

Perencana keuangan Nancy Gates yang dikutip Reuters menekankan bahwa persoalan pensiun bukan semata-mata mengenai seberapa besar tabungan yang dimiliki, tetapi juga seberapa besar pengeluaran setelah tidak lagi bekerja. “The biggest factor is really spending,” kata Gates, yang berarti bahwa besarnya pengeluaran menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam mempertahankan kondisi keuangan selama masa pensiun.

Karena itu, seseorang yang tidak memiliki uang pensiun tetap tidak selalu berarti memasuki masa tua tanpa pilihan. Tabungan, aset yang menghasilkan pendapatan, usaha kecil, pekerjaan paruh waktu, investasi yang dikelola secara hati-hati, maupun sumber pendapatan lain dapat menjadi bagian dari strategi untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah tidak lagi bekerja penuh waktu.

Namun, keputusan berhenti bekerja juga tidak sebaiknya hanya didasarkan pada jumlah tabungan tertentu. Associated Press, melalui pembahasan yang melibatkan Christine Benz dari Morningstar, mengingatkan bahwa perencanaan pensiun perlu memperhitungkan inflasi, pajak, pola pengeluaran, sumber pendapatan lain, biaya investasi, serta kemungkinan tabungan harus digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Hal lain yang sering terlupakan adalah kebutuhan kesehatan yang dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Pengeluaran yang tidak terduga, seperti biaya pengobatan, perawatan jangka panjang, perbaikan rumah, atau kebutuhan keluarga, dapat mengubah perhitungan keuangan seseorang sehingga dana cadangan menjadi bagian penting dalam persiapan pensiun.

Menghadapi pensiun tanpa uang pensiun karena itu membutuhkan perubahan cara pandang sejak masih aktif bekerja, dari sekadar memikirkan kapan berhenti bekerja menjadi memikirkan bagaimana kehidupan akan dibiayai setelah pekerjaan berakhir. Semakin awal seseorang menghitung kebutuhan hidup, mengurangi utang, membangun tabungan, mengembangkan aset produktif, dan menyiapkan alternatif penghasilan, semakin banyak pilihan yang tersedia ketika memasuki usia pensiun.

Pada akhirnya, pensiun bukan hanya persoalan memiliki sejumlah uang ketika berhenti bekerja, tetapi juga kemampuan menjaga kehidupan tetap berjalan secara realistis setelah penghasilan utama berakhir. Masa pensiun akan lebih mudah dihadapi apabila persiapannya dimulai jauh sebelum hari terakhir bekerja, termasuk dengan mengetahui kebutuhan sendiri, memahami kemampuan keuangan, dan menyiapkan sumber penghasilan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....