Investasi Jadi Bekal Penting Generasi Muda Hadapi Inflasi
- 13 Agt 2026 11:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perkembangan investasi di kalangan generasi muda menunjukkan semakin terbukanya akses terhadap instrumen keuangan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi pemahaman mengenai inflasi, risiko, dan cara mengelola keuangan secara bijak.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat kelompok usia muda menjadi mayoritas investor pasar modal. Pada 2026, OJK menyebut sekitar 54 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun, menunjukkan semakin besarnya peran generasi muda dalam ekosistem investasi nasional.
Kondisi tersebut membuat literasi keuangan menjadi semakin penting, terutama ketika anak muda berhadapan dengan berbagai pilihan investasi melalui platform digital. Kemudahan akses investasi tidak otomatis membuat seseorang mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat.
Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Mulawarman Noor Ellyawati kepada rri.co.id Kamis 13 Agustus 2026 mengatakan, pemahaman mengenai investasi perlu dibangun bersamaan dengan pengetahuan tentang kondisi ekonomi. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Ekonomi perlu memahami hubungan investasi dengan inflasi dan pengelolaan keuangan.
“Kalau kita terkait dari materi yang disampaikan oleh narasumber ini kan kaitannya kepada inflasi. Jadi ini lebih kepada bagaimana mahasiswa saya khususnya di Pendidikan Ekonomi itu bisa memahami tentang literasi keuangan itu sendiri,” ujar Noor.
Menurut Noor, pemahaman tersebut penting karena mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui istilah investasi. Mereka juga perlu memahami bagaimana perubahan harga dan inflasi dapat memengaruhi nilai uang serta keputusan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Inflasi pada dasarnya membuat daya beli uang berubah ketika harga barang dan jasa meningkat. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi menjadi bagian dari bekal generasi muda untuk menyusun perencanaan keuangan jangka panjang.
Fenomena meningkatnya minat investasi anak muda juga terlihat dari perkembangan investor pasar modal. RRI melaporkan bahwa investor berusia di bawah 40 tahun mencapai sekitar 79 persen dari total investor pasar modal nasional hingga akhir 2025.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru. Generasi muda memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi dan produk investasi, tetapi harus mampu membedakan informasi edukatif dengan ajakan investasi yang tidak bertanggung jawab.
OJK juga menekankan pentingnya generasi muda memahami manfaat, risiko, dan karakteristik produk keuangan sebelum mengambil keputusan. Edukasi tersebut dinilai penting agar kemudahan teknologi tidak justru membuat masyarakat mengambil keputusan finansial tanpa pertimbangan yang cukup.
Bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi, isu tersebut memiliki relevansi yang lebih luas. Pengetahuan mengenai inflasi dan investasi tidak hanya dibutuhkan untuk mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari kompetensi akademik yang nantinya dapat disampaikan kembali kepada masyarakat dan peserta didik.
Noor menilai momentum edukasi investasi melalui Pekan Ekonomi menjadi kesempatan bagi mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari lembaga yang bergerak di sektor keuangan. Kehadiran Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi ekonomi nyata.
“Ini lebih kepada bagaimana mahasiswa saya khususnya di Pendidikan Ekonomi itu bisa memahami tentang literasi keuangan itu sendiri,” ucap Noor.
Dengan demikian, meningkatnya minat investasi generasi muda perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Anak muda tidak hanya didorong untuk menjadi investor, tetapi juga memahami alasan memilih instrumen, mengenali risiko, dan mempertimbangkan kondisi ekonomi sebelum mengambil keputusan.
Di tengah kemudahan investasi digital, kemampuan memahami inflasi dan mengelola keuangan menjadi bekal penting. Pengetahuan tersebut dapat membantu generasi muda membangun keputusan finansial yang lebih rasional dan tidak sekadar mengikuti tren.
Bagi dunia pendidikan, kondisi ini juga memperlihatkan pentingnya menghubungkan teori ekonomi dengan persoalan yang dihadapi generasi muda. Investasi, inflasi, dan literasi keuangan bukan hanya materi perkuliahan, tetapi pengetahuan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....