Inflasi Kaltim April 2026 Terjaga, Tekanan Harga Pasca Lebaran Menurun
- 04 Mei 2026 20:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Inflasi di Provinsi Kalimantan Timur pada April 2026 tetap terkendali, didukung oleh meredanya tekanan harga sejumlah komoditas pangan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatat inflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan (mtm), turun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,73 persen.
Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,50 persen (yoy), dengan inflasi tahun berjalan 1,48 persen (ytd), mencerminkan kondisi harga yang relatif stabil di tengah normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat.
Terjaganya inflasi pada April tidak lepas dari peran sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Komoditas pangan seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan ikan layang menjadi faktor utama penahan inflasi. Selain itu, kacang panjang juga turut menyumbang deflasi seiring membaiknya pasokan di pasar.
Komoditas lain seperti emas perhiasan juga memberikan andil dalam menahan tekanan inflasi, seiring dengan penyesuaian harga di tingkat konsumen. Secara keseluruhan, kelompok volatile foods mengalami deflasi sebesar -0,47 persen ( Month to Month), menandakan stabilnya pasokan dan turunnya permintaan setelah periode Lebaran.
Sementara itu, tekanan inflasi masih bersumber dari beberapa komoditas seperti tomat, semangka, minyak goreng, bawang merah, serta jasa servis kendaraan dan tarif angkutan udara. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dan penyesuaian harga bahan bakar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengatakan bahwa stabilitas inflasi saat ini sangat dipengaruhi oleh terjaganya harga pangan.
“Komoditas pangan menjadi faktor utama yang menahan inflasi pada April. Penurunan harga daging ayam, cabai, dan ikan cukup signifikan dalam menjaga stabilitas harga secara keseluruhan,” ujar Jajang. Dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id. Senin 4 Mei 2026.
Ia menambahkan, sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui strategi 4K terus diperkuat guna menjaga keseimbangan harga. “Kami memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, sehingga gejolak harga dapat diminimalkan,” ucapnya.
Ia menambahkan, strategi 4K yang dijalankan meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif. “Langkah konkret seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah terus kami intensifkan di berbagai daerah,” ucapnya.
Hingga April 2026, TPID telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan, termasuk operasi pasar dan gerakan pangan murah untuk menjaga keterjangkauan harga.
“Ke depan, penguatan distribusi dan pemantauan stok akan terus dilakukan agar komoditas strategis tetap tersedia dan harga tetap stabil,” kata Jajang.
Dengan berbagai langkah tersebut, stabilitas harga di Kalimantan Timur diharapkan tetap terjaga serta mampu mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi pasca Lebaran.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....