Pengukuhan Kepala BI Kaltim, Mandau Diperkuat dengan AI Inflasi
- 26 Jan 2026 16:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur periode 2023–2025, Budi Widihartanto, menegaskan penguatan program pengendalian inflasi melalui aplikasi Mandau akan terus dilanjutkan di bawah kepemimpinan Kepala BI Kaltim yang baru, Jajang Hermawan. Penguatan tersebut juga akan didukung pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence sebagai bagian dari inovasi kebijakan pengendalian inflasi.
“Program pengendalian inflasi melalui aplikasi Mandau akan terus diperkuat dan dilanjutkan oleh Kepala BI Kaltim yang baru, termasuk dengan dukungan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence,” ucap Budi usai upacara pengukuhan Kepala Perwakilan BI Kaltim.
Upacara pengukuhan tersebut dipimpin Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dan disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, jajaran Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal di daerah.
Budi menegaskan, berbagai langkah pengendalian inflasi di Kalimantan Timur akan terus dilengkapi dan disempurnakan guna menjaga inflasi tetap rendah dan berkelanjutan. Menurutnya, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Upaya pengendalian inflasi harus dilakukan secara berkesinambungan agar stabilitas harga tetap terjaga dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Senin 26 Januari 2026. Di ruang Maratua lantai 4 kantor perwakilan BI Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda.
Selama menjalankan tugas di Kalimantan Timur, Budi mengaku memiliki kesan mendalam terhadap budaya kerja yang sinergis dan kolaboratif antar pemangku kepentingan. Ia menilai semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
“Orang-orang di Kalimantan Timur memiliki semangat kolaborasi yang tinggi dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Terkait peluang adanya tambahan insentif bagi daerah berprestasi melalui penghargaan TPID Award, Budi menyampaikan bahwa mekanisme tersebut pada umumnya disertai dana insentif daerah. Namun, kepastian besaran anggaran dan realisasinya masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
“Biasanya daerah yang berprestasi akan mendapatkan dana insentif, tetapi untuk kepastiannya kita masih menunggu pengumuman dari pemerintah pusat,” ujar Budi.
Pada akhir masa tugasnya, Budi berharap Kalimantan Timur semakin makmur dan mampu melanjutkan transformasi ekonomi secara berkelanjutan. Ia mendorong agar pembangunan tidak lagi bertumpu pada sektor ekstraktif, melainkan berkembang ke sektor industri, jasa, serta pertanian berbasis perkebunan.
“Saya berharap Kalimantan Timur dapat melanjutkan transformasi ekonomi, tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif, tetapi juga mengembangkan sektor industri, jasa, dan pertanian yang memiliki potensi besar,” ucapnya.
Selain itu, ia berharap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur terus dilakukan sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi. “Peningkatan kompetensi SDM menjadi kunci agar Kalimantan Timur semakin maju dan berdaulat,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang baru, Jajang Hermawan (Foto:RRI/ Chella).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang baru, Jajang Hermawan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan seluruh program kerja yang telah berjalan serta melakukan penguatan terhadap berbagai inisiatif strategis Bank Indonesia di daerah.
“Kami akan melanjutkan seluruh program kerja yang ada, bahkan meningkatkan dan memperkuat program-program tersebut,” ujar Jajang.
Ia menjelaskan, terdapat empat fokus utama tugas Bank Indonesia di daerah, yakni pengendalian inflasi, penguatan sistem pembayaran, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan literasi dan edukasi keuangan masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....