Anak Muda Wajib Melek Literasi Keuangan

  • 08 Sep 2025 07:27 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Laura Iliani Tania, salah satu duta literasi keuangan, menekankan betapa pentingnya anak muda memahami cara melindungi diri dari jebakan pinjaman ilegal yang kini marak di dunia digital. Menurutnya, peran duta literasi keuangan tidak hanya sebatas menyosialisasikan teori, tetapi juga memberi edukasi nyata tentang bagaimana cara melakukan pengaduan ketika seseorang sudah terjerat aplikasi pinjaman yang tidak resmi.

Laura menambahkan, literasi keuangan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengedukasi masyarakat luas, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga orang tua. “Kalau kita belajar literasi keuangan sejak dini, itu sebenarnya investasi juga buat masa depan, apalagi di era digital seperti sekarang,” katanya.

Ia menyoroti fenomena love scam, yaitu modus penipuan di mana seseorang berpura-pura menjadi figur publik atau selebritas untuk meminta uang maupun data pribadi. “Banyak yang ketipu karena percaya dengan akun palsu. Padahal, begitu mereka minta hal-hal pribadi, itu bisa merugikan banget, bahkan masuk ke ranah keamanan finansial kita,” ucap Laura.

Menurutnya, tantangan literasi keuangan juga menyasar orang tua yang kurang mengikuti perkembangan digital. Banyak dari mereka yang tidak menyadari bahaya memberikan akses kamera atau galeri foto kepada aplikasi sembarangan. “Ada kasus orang di-hack, mukanya dipakai di tubuh orang lain, bahkan ada yang mengatasnamakan pemerintah. Nah, masyarakat harus tahu kemana harus melapor kalau kejadian itu menimpa mereka,” katanya.

Tak hanya soal perlindungan data pribadi, Laura juga mengangkat pentingnya memahami peran pajak. Ia menyebut banyak anak muda yang menganggap pajak hanya sebatas ‘negara ambil duit rakyat’. Padahal, fasilitas pendidikan gratis, beasiswa, jalan raya, bahkan transportasi umum yang bisa dinikmati bersama, merupakan hasil dari pajak yang dibayarkan masyarakat. “Anak muda perlu tahu bahwa pajak bukan sekadar potongan, tapi manfaatnya balik lagi ke kita,” katanya.

Meski begitu, ia juga mengakui masih ada faktor yang membuat anak muda enggan membayar pajak, misalnya karena perilaku oknum-oknum yang menyalahgunakan dana. Namun, dengan keterbukaan informasi di media sosial, masyarakat kini bisa membedakan mana yang benar dan mana yang hanya fitnah. Edukasi literasi keuangan, kata Laura, harus semakin menekankan manfaat pajak bagi kepentingan banyak orang.

OJK sendiri rutin mengadakan kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua, agar melek literasi keuangan. Edukasi ini juga menekankan bagaimana cara melapor jika terjadi masalah, baik melalui saluran resmi maupun media sosial yang kini lebih mudah diakses.

Laura mencontohkan dirinya sendiri yang sudah taat membayar pajak tepat waktu. “Aku udah mulai bayar pajak sendiri sesuai tenggat. Kalau diminta NPWP untuk kegiatan tertentu, aku langsung kasih. Pajak kan banyak jenisnya, dari pajak hiburan, pajak kendaraan, sampai pajak restoran. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita ikut serta,” ujarnya.

Ke depan, Laura berharap pemerintah bisa menambah fasilitas umum yang lebih ramah bagi anak muda, terutama transportasi publik agar tidak perlu macet-macetan. Selain itu, ia menekankan pentingnya memberantas oknum-oknum penyalahguna pajak supaya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin tumbuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....