Samarinda Perkuat Elektronifikasi Transaksi, Tekan Kebocoran Pajak Daerah
- 25 Agt 2025 11:32 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Elektronifikasi adalah proses perubahan pembayaran atau transaksi yang tadinya dilakukan secara tunai menjadi pembayaran non-tunai atau elektronik. Hal ini menjadi fokus utama dalam High Level Meeting yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di ruang serba guna kantor pusat salah satu bank di Kalimantan Timur, Senin (25/8/2025).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam arahannya menegaskan bahwa digitalisasi transaksi merupakan instrumen penting untuk mengurangi kebocoran pendapatan daerah. Menurutnya, elektronifikasi harus segera diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya pada pajak, tetapi juga seluruh retribusi dan layanan publik.
“Persoalannya bukan lagi bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Puskesmas, sekolah, hingga layanan parkir seharusnya bisa langsung beralih ke transaksi elektronik. Kalau masih manual, jangan salahkan masyarakat menilai ada yang sengaja menunda,” kata Andi Harun.
Ia juga menekankan agar perangkat daerah tidak hanya mengandalkan forum seremonial, tetapi segera bertindak dengan mengidentifikasi hambatan teknis maupun regulasi yang sederhana. “Problem tiap OPD tidak lebih dari lima. Seharusnya bisa diselesaikan cepat,” ujarnya.
Langkah elektronifikasi ini, kata Andi, sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong keuangan digital dan mendukung inklusi keuangan. Dengan penerapan menyeluruh, diharapkan tidak ada lagi peluang pungutan liar maupun praktik korupsi dalam proses transaksi.
Plt Kepala Bapenda Kota Samarinda, Marnabas, menambahkan bahwa hingga triwulan kedua tahun 2025, sebagian besar perangkat daerah sudah mulai beralih ke sistem non-tunai. Namun, masih ada beberapa sektor yang membutuhkan dorongan kuat, terutama retribusi pasar dan parkir.
Dengan target penuh penerapan transaksi elektronik di akhir 2025, Samarinda juga menargetkan meraih peringkat pertama dalam ajang Championship TP2D kategori kota wilayah Kalimantan. Tahun lalu, Samarinda meraih posisi kedua. (Zulfikar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....