PHM Perkuat Akses Pendidikan dan Energi di Desa Pesisir 3T Mahakam

  • 13 Sep 2026 19:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memperkuat program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di wilayah pesisir dan tertinggal dalam Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Program tersebut menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasi, termasuk Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan, transportasi, komunikasi, dan energi.

Head of Communications Relation in CID PT Pertamina Hulu Mahakam, Ahmad Krishna Hadianto, saat konferensi pers disela kegiatan UKW/UKWR angkatan 55 tahun 2026 di gedung perpustakaan Samarinda mengatakan program PPM dilaksanakan di wilayah ring satu dan ring dua operasi perusahaan. Wilayah Kerja Mahakam sendiri membentang dari kawasan sekitar Balikpapan hingga Anggana di bagian utara Kalimantan Timur.

Salah satu program yang dikembangkan PHM adalah sekolah negeri terapung di wilayah pesisir. Program tersebut menyasar SMP Negeri 4 di Tani Baru dan SMP Negeri 6 di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di kawasan dengan kondisi geografis terpencil.

Menurut Ahmad, keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu tantangan utama masyarakat di Desa Sepatin. Sebelum mendapat dukungan program PHM, siswa dan guru harus menghadapi kendala akses internet, bahkan harus menuju daratan untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil ketika mengikuti ujian atau kegiatan pembelajaran tertentu.

“Kami hadir untuk membantu kualitas pendidikan, akses informasi, akses komunikasi, sekaligus memberikan motivasi agar anak-anak di sana memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Selain pendidikan, PHM juga menghadirkan dukungan energi melalui program Desa Energi Berdikari. Perusahaan memasang panel surya untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat pada siang hari. Sebelumnya, pasokan listrik di Desa Sepatin hanya tersedia sekitar pukul 18.00 hingga 06.00 melalui sumber listrik tertentu, sehingga warga harus menggunakan mesin diesel pada siang hari.

Untuk memperkuat konektivitas digital, PHM juga menyediakan akses internet berbasis Starlink. Fasilitas tersebut memungkinkan guru dan siswa memperoleh akses pembelajaran serta mengikuti ujian tanpa harus kembali ke daratan. PHM turut menggandeng Indonesia Mengajar untuk menghadirkan guru penggerak dan pendamping yang bertugas selama periode penugasan di desa.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong anak-anak pesisir melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. PHM memberikan pendampingan bagi siswa yang mengikuti seleksi pendidikan tinggi, termasuk membawa mereka ke Samarinda untuk mengikuti proses persiapan dan menyediakan tempat tinggal sementara. Program yang disebut Sarjana Pesisir itu telah menghasilkan empat sarjana asal desa pesisir yang kemudian kembali dan mengabdikan diri di daerah asalnya.

Ahmad menegaskan, program PPM tidak dirancang untuk membuat masyarakat bergantung pada perusahaan. Pendampingan dilakukan selama sekitar lima hingga enam tahun dengan harapan masyarakat dapat membangun kemandirian dan melanjutkan manfaat program setelah masa pendampingan berakhir.

“Perusahaan ini ada umurnya, tetapi kelangsungan hidup orang-orang di sana tidak ada umurnya. Karena itu, harapannya selama lima sampai enam tahun ini kemandirian warga bisa terbentuk dan mereka tidak bergantung kepada perusahaan,” katanya.

Keberhasilan program pendidikan juga tercermin dari berbagai prestasi siswa dan guru SMP Negeri 6 Sepatin. PHM mencatat sebanyak 241 prestasi tingkat nasional maupun internasional telah diraih sekolah tersebut sejak mendapat pendampingan.

Salah satunya diraih seorang siswa bernama Idul yang memenangkan kompetisi menggambar tingkat internasional di Amerika Serikat.

Sementara itu, guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Sepatin, Nurul, berhasil memperoleh beasiswa Fulbright dan menjalani program pendidikan selama enam bulan di Amerika Serikat.

PHM menyatakan program PPM pada 2026 akan terus diarahkan untuk mendukung program pemerintah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar wilayah operasi, sekaligus membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....