PT Ekosistem Ternak Borneo Bangun Ekonomi Gotong Royong dari Industri Telur Omega

  • 10 Agt 2026 08:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – PT Ekosistem Ternak Borneo tidak hanya mengembangkan usaha peternakan ayam petelur, tetapi juga membangun model bisnis berbasis kemitraan yang melibatkan peternak lokal, tenaga kerja, hingga kurir dalam satu ekosistem usaha.

Pemilik PT Ekosistem Ternak Borneo, Bambang Saputro, menjelaskan perusahaan menerapkan pola kemitraan dengan menyediakan pakan berkualitas dan bibit ayam kepada peternak binaan. Sebagai imbal balik, hasil panen telur dibeli kembali oleh perusahaan sehingga peternak memiliki kepastian pasar.

"Semua telur berasal dari peternak binaan kami. Kami memasok pakan, mereka memasok telur. Sistem ini memberikan kepastian usaha bagi kedua belah pihak," ujarnya kepada RRI Samarinda, di kutip Senin 10 Agustus 2026.

Kemitraan tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah, di antaranya Samboja, Handil, dan Loa Janan. Melalui pola tersebut, perusahaan mampu menjaga kualitas produk sekaligus memperluas kapasitas produksi.

Tidak hanya berfokus pada keuntungan usaha, PT Ekosistem Ternak Borneo juga menerapkan konsep ekonomi gotong royong. Saat ini, pabrik pakan perusahaan sudah mempekerjakan sekitar 10 hingga 11 orang, sementara operasional kantor didukung beberapa tenaga kerja tambahan.

“Ke depan, perusahaan menargetkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi lebih dari 100 kepala keluarga di sekitar lokasi usaha”, ucapnya. Selain menggandeng peternak, perusahaan juga bekerja sama dengan kurir lokal untuk distribusi produk, membuka kesempatan magang, serta menyuplai telur bagi sejumlah mitra yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam menjaga kepercayaan konsumen, Bambang menegaskan perusahaan mengedepankan pelayanan. Setiap keluhan, termasuk telur yang rusak selama proses pengiriman, tetap ditindaklanjuti dengan penggantian produk.

"Kalau ada telur pecah saat pengiriman, tetap kami ganti. Masukan dari pelanggan justru menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki standar operasional kami," katanya.

Pemasaran produk saat ini dilakukan melalui media sosial dan layanan pemesanan berbasis WhatsApp. Strategi tersebut dipilih agar perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus memperoleh umpan balik untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Melalui penguatan kemitraan, inovasi, dan pelayanan kepada pelanggan, PT Ekosistem Ternak Borneo berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam penyediaan pangan bergizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....