Dari Masalah Lingkungan, Limbah Kepala Udang Jadi Pakan Telur Omega

  • 10 Agt 2026 08:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Berawal dari upaya mencari solusi atas persoalan limbah kepala udang di kawasan Sungai Meriam, Anggana, PT Ekosistem Ternak Borneo kini berkembang menjadi perusahaan peternakan ayam petelur terintegrasi yang menghasilkan telur omega berkualitas di Kota Samarinda.

Pemilik PT Ekosistem Ternak Borneo, Bambang Saputro, mengatakan riset terhadap limbah kepala udang dilakukan selama lebih dari dua tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak yang bernilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

"Limbah kepala udang yang sebelumnya menjadi masalah ternyata dapat diolah menjadi dua produk, yaitu kitin dan kitosan serta pakan ternak," ujarnya kepada RRI Samarinda, di kutip Senin 10 Agustus 2026.

Saat ini perusahaan mengembangkan tiga divisi usaha, yakni produksi pakan, penyediaan bibit ayam beserta perlengkapan kandang, dan penjualan telur ayam. Menurut Bambang, pakan yang digunakan tidak hanya memanfaatkan hasil riset limbah udang, tetapi juga diperkaya dengan alga khusus untuk meningkatkan kandungan omega-3 serta probiotik guna menjaga kesehatan pencernaan ayam.

Perusahaan memasarkan dua jenis telur omega. Produk premium dipasarkan dengan merek "TelorKita" yang diproduksi menggunakan prinsip “animal welfare” (kesejahteraan hewan) dengan sistem kandang “cage free” (ayam tidak dipelihara di dalam kandang baterai). Sementara produk ekonomis dipasarkan melalui merek "SamaTelur" menggunakan sistem kandang baterai agar dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat.

Selain memproduksi telur, PT Ekosistem Ternak Borneo juga menerapkan sistem kemitraan bersama peternak binaan di wilayah Samboja, Handil, hingga Loa Janan. Perusahaan menyediakan pakan dan bibit ayam, sedangkan peternak memasok hasil panen telur yang kemudian dipasarkan oleh perusahaan.

"Peternak mendapatkan kepastian pasar, sedangkan kami memperoleh kepastian pasokan dengan kualitas sesuai standar perusahaan," kata Bambang.

Dalam dua tahun terakhir, produksi perusahaan meningkat signifikan. “Dari semula hanya bisa menjual sekitar 40 piring telur per minggu, kini sudah mencapai sekitar 1.500 piring per minggu, dan sampai akhir 2026, meningkat menjadi 2.000 hingga 3.000 piring per minggu”, ujarnya.

Ke depan, PT Ekosistem Ternak Borneo juga menargetkan mampu memasok sedikitnya 50.000 piring telur omega setiap pekan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....