Survei: Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Dongkrak Belanja Masyarakat
- 17 Jul 2026 07:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mendorong peningkatan belanja rumah tangga. Survei Lokadata menunjukkan mayoritas masyarakat mengeluarkan biaya untuk makanan, minuman, hingga paket data selama mengikuti turnamen.
Berdasarkan rilis yang diterima RRI pada Kamis 16 Juli 2026, hasil survei terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 mencatat sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama Piala Dunia berlangsung. Rata-rata pengeluaran mencapai sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen.
Pengeluaran tersebut didominasi untuk pembelian makanan dan minuman, paket data internet, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Kondisi ini membuat manfaat ekonomi Piala Dunia turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang kuliner dan penyedia jasa di berbagai daerah.
KADIN Indonesia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong perputaran ekonomi nasional selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan turnamen diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung lebih dari Rp5,03 triliun dari berbagai sektor usaha.

Selain aktivitas ekonomi, survei juga menunjukkan tingginya apresiasi publik terhadap penyiaran Piala Dunia oleh TVRI. Sebanyak 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran, sedangkan 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Faktor utama yang diapresiasi adalah siaran yang dapat diakses secara gratis, minim iklan, dan menjangkau masyarakat luas.
Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan hasil survei menunjukkan sentimen positif masyarakat terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia oleh TVRI di berbagai wilayah Indonesia.

"Hasil survei Lokadata menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai wilayah Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses, dengan jeda iklan yang terbatas, mampu memenuhi harapan masyarakat," ujarnya.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menambahkan keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga menciptakan ruang kebersamaan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadikan ajang olahraga dunia tersebut mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat peran penyiaran publik di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....