Udang Windu Kaltim Tembus Rp122 Miliar, Budidaya Alami Jadi Kunci

  • 08 Mei 2026 08:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Komoditas udang windu asal Kalimantan Timur kembali menunjukkan daya saing tinggi di pasar internasional. Pada awal tahun 2026, nilai ekspor udang windu dari Kalimantan Timur tercatat menembus Rp122,7 miliar.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur menilai tingginya permintaan pasar dunia terhadap udang windu Kaltim dipengaruhi pola budidaya tradisional yang masih alami dan ramah lingkungan.

Hal ini dikatakan Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Irma Listyawati, kepada rri.co.id Jumat 8 Mei 2026.

Menurut Irma, tambak udang windu di Kalimantan Timur sebagian besar masih menggunakan sistem budidaya tradisional tanpa ketergantungan pada pakan buatan maupun bahan kimia berbahaya.

“Produk udang windu Kaltim menjadi primadona di negara tujuan ekspor karena pola budidayanya masih alami. Pakan yang digunakan berasal dari alam sehingga kualitas produknya lebih terjaga,” katanya.

Ia menjelaskan, pola budidaya alami tersebut membuat kualitas udang windu asal Kalimantan Timur dinilai lebih baik dan aman untuk pasar internasional yang kini semakin ketat terhadap standar pangan dan lingkungan.

Selain kualitas produk, keberhasilan ekspor juga ditopang pengawasan pemerintah terhadap sistem budidaya ramah lingkungan. DKP Kaltim secara rutin melakukan monitoring kepada kelompok pembudidaya, terutama di kawasan tambak pesisir.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong penerapan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) kepada pembudidaya di sejumlah daerah seperti Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Irma mengatakan, setiap produk ekspor perikanan wajib melalui pengujian mutu dan keamanan pangan sebelum dikirim ke luar negeri. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan produk bebas dari kandungan berbahaya dan memenuhi standar internasional.

“Selama ini alhamdulillah produk kita masih diterima dengan baik di negara tujuan ekspor karena pengelolaan budidayanya terus kami awasi,” ujarnya.

Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi daerah penyumbang terbesar produksi budidaya perikanan di Kalimantan Timur. DKP Kaltim mencatat sekitar 70 hingga 75 persen produksi budidaya daerah berasal dari wilayah tersebut.

Selain Kutai Kartanegara, produksi udang windu juga berkembang di sejumlah daerah lain seperti Berau, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis komoditas udang windu masih memiliki prospek ekspor yang besar ke depan. Selain menjadi sumber devisa daerah, sektor budidaya udang juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi nonmigas Kalimantan Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....