Perang Dagang AS-China Ancam Ekspor SDA Kaltim
- 24 Apr 2025 10:09 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali menunjukkan dampak globalnya, termasuk terhadap perekonomian daerah di Indonesia. Salah satu wilayah yang turut merasakan imbasnya adalah Provinsi Kalimantan Timur, yang bergantung besar pada ekspor sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit. Meski konflik dagang ini terjadi antara dua negara adidaya, efek tidak langsungnya mulai memengaruhi arus perdagangan di daerah-daerah penghasil komoditas ekspor.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto kepada rri.co.id pada Kamis (24/4/2025) mengungkapkan kebijakan Amerika Serikat dalam menaikkan tarif impor secara signifikan memberikan tekanan pada mitra dagang utama Kalimantan Timur seperti Filipina, India, dan Tiongkok. Negara-negara tersebut merupakan tujuan utama ekspor batu bara dan kelapa sawit Kaltim, sehingga gangguan pada perdagangan global akan berdampak langsung terhadap permintaan dari negara-negara tersebut.
Menurut Bayuadi, penurunan permintaan dari mitra dagang ini dapat menyebabkan perlambatan produksi di dalam negeri. Para pelaku industri mungkin akan mengurangi kapasitas produksinya akibat menumpuknya stok yang tidak terserap pasar ekspor. Hal ini tentu akan berdampak pada tenaga kerja, pendapatan daerah, serta stabilitas ekonomi regional.
"Selain itu, terganggunya ekspor berpotensi berpengaruh pada neraca perdagangan Kaltim secara keseluruhan," katanya dalam Dialog Halo Kaltim RRI Samarinda.
Penurunan ekspor komoditas unggulan dapat menyebabkan defisit neraca perdagangan yang mengganggu kestabilan perekonomian daerah. Ketergantungan terhadap pasar global menjadikan Kaltim sangat rentan terhadap gejolak eksternal seperti perang dagang.
Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia pun diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif, seperti mendorong diversifikasi pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan begitu, Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penyuplai bahan mentah, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan ekonomi di tengah tekanan global yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....