Bontang Catatkan Investasi Rp 2,7 Triliun, Tunjukkan Performa Positif

  • 03 Mar 2025 20:15 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Kota Bontang kembali mencatatkan capaian luar biasa dalam sektor investasi sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total investasi yang berhasil masuk ke Bontang sepanjang periode Januari hingga Desember 2024 mencapai angka Rp 2,7 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi yang terus berkembang dan kondusif di kota ini.

"Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kemudahan bagi investor. Peningkatan investasi ini menunjukkan bahwa Bontang semakin menjadi pilihan utama sebagai tujuan investasi. Tahun 2024 ini, kami mencatatkan angka yang lebih tinggi sebesar 12,97 persen dibandingkan dengan tahun 2023," jelas Aspiannur pada Senin (3/3/2025).

Investasi yang tercatat didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan kontribusi sebesar Rp 2,5 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar Rp 139 miliar. Dominasi investasi dalam negeri ini menegaskan peran penting sektor ekonomi domestik dalam memperkuat perekonomian Bontang.

Secara geografis, sebagian besar investasi terserap di Kecamatan Bontang Utara dengan total investasi mencapai Rp 2,39 triliun atau sekitar 88,23 persen dari total investasi. Kecamatan Bontang Selatan juga menunjukkan angka signifikan dengan Rp 317 miliar, sementara Kecamatan Bontang Barat mencatatkan investasi sebesar Rp 1,36 miliar.

Aspiannur juga menambahkan bahwa investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja yang sangat positif bagi masyarakat lokal. Selama tahun 2024, investasi yang masuk berhasil menyerap 512 tenaga kerja Indonesia, dengan PMDN menyerap 475 tenaga kerja, dan PMA menyerap 37 tenaga kerja.

"Investasi ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Bontang sebagai kota yang maju dan inklusif. Kami sangat mengapresiasi kontribusi investasi yang tidak hanya meningkatkan perekonomian, tetapi juga menciptakan lebih banyak kesempatan kerja," ujar Aspiannur.

Sektor industri yang paling dominan dalam realisasi investasi PMDN tahun 2024 adalah industri kimia dasar dan barang kimia dengan total investasi mencapai Rp 2,1 triliun. Selain itu, sektor lain yang juga mencatatkan kontribusi besar antara lain usaha jasa lainnya, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, serta sektor perdagangan dan konstruksi.

Lalu, sektor PMA juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama di industri makanan, perumahan, kawasan industri, serta hotel dan restoran. Angka ini mencerminkan perubahan tren investasi yang semakin beragam di Bontang.

Melihat capaian positif ini, Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus mempermudah proses perizinan dan meningkatkan infrastruktur guna menarik lebih banyak investasi di masa depan. Dengan prospek yang cerah, Bontang bertekad untuk terus memperkuat daya saingnya baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan akan kami tingkatkan untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,"ucap Aspiannur menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....