Peran Teknologi dalam Mengembangkan Profesi Desainer Grafis

  • 03 Feb 2025 15:02 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Kemajuan teknologi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai profesi, termasuk di dunia desain grafis. Kini, siapa saja bisa membuat desain dengan mudah menggunakan template gratis maupun berbayar, ditambah dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan visual hanya dalam hitungan detik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa profesi desainer grafis akan tergantikan oleh teknologi. Namun, menurut seorang ilustrator dan desainer grafis asal Samarinda, Achmad Reza saat menjadi narasumber dalam program SPADA Pro 2 RRI Samarinda kemajuan teknologi justru bisa menjadi peluang besar jika dimanfaatkan dengan bijak.

“Kita sebagai pelaku desain harus siap dengan kompetitor – kompetitor AI, Kita sebagai designer ya tinggal mengembangkan diri saja terus banyakin kolaborasi biar kita ga kalah dari AI, Bagi saya AI itu bukan sebuah musuh bahkan AI itu bisa jadi teman, karena bisa jadi ide-ide baru itu justru muncul dari AI.”

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemunculan berbagai platform desain seperti Canva, Figma, dan software berbasis AI telah mengubah industri kreatif. Banyak orang yang sebelumnya tidak memiliki keahlian desain kini dapat menghasilkan karya dengan cepat dan praktis. Alih-alih merasa tersaingi, ia justru melihat bahwa teknologi bisa menjadi alat pendukung bagi para desainer grafis.

“Saya gak sama sekali takut dengan AI, karena kalau saya pikir – pikir lagi AI memang bisa meniru gaya desain manusia, cuman AI ga bisa memunculkan emosi dalam sebuah desain, feel atau rasa dari sebuah desain.”

Sebagai seorang ilustrator dan desainer grafis, ia juga mulai mengintegrasikan teknologi dalam proses kerjanya, seperti menggunakan AI untuk membantu brainstorming ide hingga mempermudah proses produksi desain.

“Kemarin saya ada dapat project saya sebagai junior graphic designer di suatu studio desain di samarinda, dan salah satu cara kami untuk brainstorming atau mencari refrensi adalah dengan AI, bagi saya AI sangat membantu dalam proses desain.”

Namun, ia menegaskan bahwa desain bukan hanya soal tampilan, tetapi juga kreativitas, konsep, dan pemahaman terhadap branding serta kebutuhan klien. Ia percaya bahwa meskipun teknologi semakin canggih, peran manusia dalam industri kreatif tidak akan hilang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....