Minim Apresiasi Jadi Tantangan Bagi Graphic Designer Samarinda

  • 03 Feb 2025 14:40 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Di era digital yang semakin kompetitif, visual menjadi elemen krusial dalam menarik perhatian pelanggan. Sebuah bisnis tidak hanya membutuhkan produk atau layanan yang berkualitas, tetapi juga tampilan yang menarik dan mampu menyampaikan pesan dengan efektif. Inilah mengapa peran desainer grafis dan ilustrator sangat penting dalam membangun identitas sebuah usaha. Namun, apresiasi terhadap profesi ini masih tergolong minim.

Achmad Reza, Seorang Ilustrator dan Desainer grafis lepas menilai di kota Samarinda masih banyak masyarakat yang menganggap harga jasa ilustrasi terlalu mahal, tanpa memahami bahwa di balik setiap karya ada proses panjang yang membutuhkan kreativitas, waktu, dan keahlian mendalam.

“Jujur saja kalau kita bicara tentang ilustrasi, bahkan ada orang ni yang hire kita itu masih kadang terdengar sangat mahal, atau kayak ‘ih kok begitu saja mahal banget sih?’ masih belum terlalu welcome dengan hal – hal seperti itu.” Ungkapnya saat menjadi narasumber program SPADA Pro 2 RRI baru – baru ini.

Duta anti narkoba tahun 2022 itu juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam profesi ini bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga edukasi kepada masyarakat tentang nilai sebuah desain. Menurutnya, lustrasi bukan sekadar menggambar, melainkan sebuah proses yang melibatkan banyak aspek, termasuk riset, konsep, dan desain thinking

"Sebagai Ilustrator atau pembuat desain logo kami itu menjual waktu kita untuk sebuah karya, karena beberapa project itu bisa menghabiskan waktu sampai seminggu, sebulan bahkan tiga bulan dalam project itu.kalau misalnya kita dihargai dengan tidak sepantasnya itu rugi di kita, karna kami sudah mengahbisakan waktu, effort bahkan desain thinking kita itu nyala terus”

Proses kreatif ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran, terlebih jika ada revisi dari klien. Sayangnya, masih banyak yang menganggap bahwa membuat ilustrasi bisa dilakukan dengan cepat dan murah. Kurangnya pemahaman tentang industri kreatif ini membuat banyak ilustrator merasa kurang dihargai, terutama dari segi tarif.

Kedepannya ia berharap semakin banyak orang yang menghargai karya para ilustrator, baik dari segi apresiasi maupun tarif yang layak.

“Saya rasa pengennya sih lebih welcome dengan graphic desainer dan ilustrator, karena saya rasa di Samarinda masih kurang tempat untuk unjuk gigi dan masih kurang di apresiasi.” ungkapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....