Disnak Kaltim Fokus Pengembangan Desa Korporasi Ternak

  • 14 Jan 2025 18:23 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Kalimantan Timur kini tengah fokus pada pengembangan program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) untuk meningkatkan kualitas peternak lokal serta mendorong kemandirian ekonomi mereka. Program ini merupakan evolusi dari Desa Korporasi Sapi (DKS) yang pertama kali dirintis pada 2019 di Babulu, Penajam Paser Utara.

Kepala Disnak Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa PDKT tidak hanya terbatas pada peternakan sapi, tetapi juga mencakup ternak lainnya seperti kambing, domba, magot, burung walet, hingga lebah kelulut. "Kami berfokus pada inovasi dan kualitas, dengan memastikan produk yang digunakan berasal dari dalam negeri dan terus meningkatkan kualitas ternak lokal," ujar Fahmi. Selasa (14/1/2025).

Disnak Kaltim menargetkan pembangunan 32 PDKT yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Setiap PDKT akan mendapatkan dukungan terpadu, mulai dari penyediaan rumput, pembangunan kandang, hingga pemberian hewan ternak. Fokus pada aspek ekologis menjadi hal penting, di mana limbah ternak akan diolah menjadi pupuk dan biogas yang mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Selain itu, pada 2025, Disnak Kaltim juga memperkuat kerja sama dengan pihak ketiga, seperti Universitas Mulawarman (Unmul), untuk mendukung pengembangan PDKT lebih lanjut. Program ini juga mengutamakan keterlibatan peternak milenial dengan membina mereka melalui pembentukan koperasi, serta menjalin kerja sama dengan instansi lintas sektor untuk menciptakan iklim usaha yang menguntungkan bagi semua pihak.

Fahmi menegaskan bahwa keberlanjutan program ini sangat penting. Disnak Kaltim berencana agar setiap PDKT dapat beroperasi secara mandiri dalam tiga tahun ke depan. "Kami membimbing manajemen peternakan yang terpadu dan sistematis, yang memudahkan peternak dalam menyediakan data berbasis spasial, pelaporan, dan pengawasan," tambahnya.

Salah satu kelompok tani ternak yang merasakan manfaat program PDKT adalah Kelompok Tani Ternak Mandiri Desa Suka Rahmat, Kutai Timur. Paiman, anggota kelompok tersebut, menjelaskan bahwa mereka kini memelihara rata-rata dua hingga tiga ekor sapi per anggota kelompok dengan total sekitar 25 ekor sapi. "Jenis pakan yang diberikan beragam, mulai dari rumput gajah, rumput odot, hingga pakchong yang kami terima sebagai bantuan dari Disnak," kata Paiman.

Paiman juga mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada pakan yang diberikan, tetapi juga menggunakan bedak untuk memastikan sapi tetap sehat dan gemuk. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Disnak Kaltim yang telah memberikan bantuan kepada kami. Semoga bantuan ini sangat bermanfaat untuk kelompok kami," ungkapnya.

Dengan adanya program PDKT ini, diharapkan kualitas peternakan lokal dapat meningkat, menghasilkan produk ternak yang lebih berkualitas, serta membantu peternak lokal mencapai kemandirian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....