Waspadai Potensi Banjir Mahakam Ulu dan Kutai Barat

  • 05 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu memastikan seluruh peralatan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah siap digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan bencana, khususnya di tengah tingginya potensi banjir pada musim hujan awal 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengatakan bantuan berupa speedboat, perahu evakuasi, serta sarana pendukung lainnya telah diterima dan langsung diintegrasikan ke dalam rencana operasi BPBD setempat.

“Peralatan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sudah berada di Mahakam Ulu dan sudah kami siagakan di kantor BPBD. Dalam rencana operasi, seluruh peralatan ini bisa digunakan secara penuh,” ujar Agus dalam dialog interaktif Halo Kaltim di RRI Samarinda.

Ia menjelaskan, karakter wilayah Mahakam Ulu yang didominasi jalur sungai membuat kesiapan sarana transportasi air menjadi faktor krusial dalam penanganan bencana banjir. Menurutnya, sebagian permukiman warga berada di titik-titik rendah yang rentan terendam saat debit sungai meningkat.

Agus menuturkan, BPBD Mahakam Ulu telah melakukan pemetaan titik-titik kritis dan jalur evakuasi di seluruh kecamatan. “Jalur evakuasi sudah kami petakan dalam dokumen rencana penanganan bencana yang disusun tahun lalu,” ucapnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 BPBD Mahakam Ulu berencana melakukan simulasi evakuasi bencana di lima kecamatan. Langkah tersebut bertujuan agar masyarakat memahami jalur evakuasi dan lokasi aman yang dapat digunakan saat kondisi darurat. “Harapannya, masyarakat sudah tahu ke mana harus menuju ketika banjir terjadi, sehingga proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat dan aman,” katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Kutai Barat hingga kini belum menetapkan status siaga bencana meski potensi hujan lebat masih tinggi. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Barat, Bambang Pramudito, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan bencana hidrometeorologi basah.

“Kami memang belum menetapkan status siaga, tetapi sudah mengeluarkan edaran kewaspadaan. Kami juga menerima informasi dari BMKG bahwa curah hujan masih tinggi,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, penetapan status siaga bencana mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti tinggi muka air sungai dan kondisi kantong-kantong air, termasuk danau dan daerah tampungan. Saat ini, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas aman.

“Air sungai belum terlalu tinggi dan kantong-kantong air masih terkendali. Itu menjadi pertimbangan kami belum menaikkan status,” ucapnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif dan siap menggelar rapat koordinasi dengan pimpinan daerah serta perangkat terkait apabila kondisi cuaca dan hidrologi menunjukkan peningkatan risiko.

BPBD Mahakam Ulu dan Kutai Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BMKG, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....