Peran Strategis Duta Bahasa di Era Digital

  • 06 Jan 2026 10:24 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Perkembangan era digital membawa perubahan besar dalam cara masyarakat berkomunikasi, terutama generasi muda. Media sosial, aplikasi percakapan, dan platform digital lainnya menjadi ruang utama penggunaan bahasa sehari-hari.

Dalam konteks ini, peran Duta Bahasa semakin penting sebagai garda terdepan dalam menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik, santun, dan berkarakter, tanpa menghilangkan fleksibilitas komunikasi digital.

Duta Bahasa Kaltimtara 2022, Muhammad Abby, mengatakan perubahan paling terasa di era digital adalah kebebasan berekspresi yang semakin luas. Menurutnya, siapa pun kini dapat menyampaikan pendapat tanpa batas ruang dan waktu. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab berbahasa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik di ruang digital.

“Tugas utama Duta Bahasa berpedoman pada Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ujar Abby dalam dialog Odah Bekesah, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Selasa (6/1/2026).

Ia menekankan, di era digital Duta Bahasa harus mampu menjadi teladan dalam berbahasa secara bijak, terutama di media sosial yang sangat mudah memicu viralitas.

Selain itu, perubahan sikap juga dirasakan Abby setelah menyandang gelar Duta Bahasa. Ia menjelaskan, setiap unggahan di media sosial kini dipertimbangkan dengan matang. “Apa yang kita tulis bisa menjadi contoh bagi orang lain, jadi harus lebih bijak,” ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa peran Duta Bahasa tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Melalui sikap, tutur kata, dan aktivitas di ruang digital, Duta Bahasa diharapakan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga martabat bahasa Indonesia di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....