Hetifah Dorong Peran Strategis Komite Sekolah Kaltim

  • 12 Agt 2025 21:23 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Komite Sekolah memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Hal ini mengemuka dalam Workshop Pendidikan bertema “Komite Sekolah: Mitra Strategis dalam Pengembangan Pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur” yang diinisiasi oleh Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, pada Selasa (12/8/2025) di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.

Kegiatan ini diikuti oleh para Ketua Komite Sekolah dari seluruh wilayah Kalimantan Timur, bahkan menghadirkan perwakilan dari luar daerah. Dalam sambutannya, Hetifah menegaskan bahwa komite sekolah tidak hanya menjadi wadah penyaluran aspirasi, keluhan, dan saran dari orang tua maupun masyarakat, tetapi juga dapat menjembatani kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Komite sekolah bisa menjadi penghubung dengan perusahaan, alumni, atau pihak lain yang mau berkontribusi bagi sekolah. Bahkan alumni sukses dapat kembali untuk berbagi pengalaman, memberi motivasi, atau mengajarkan keterampilan produktif,” ujar Hetifah.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas orang tua di era teknologi, di mana perbedaan generasi sering memicu kesalahpahaman. Menurutnya, komite sekolah dapat memfasilitasi edukasi parenting dan literasi digital bagi orang tua, sehingga dapat memahami potensi positif dari aktivitas anak, seperti bermain game yang sebenarnya mengajarkan coding dan kolaborasi.

Selain itu, Hetifah menilai komite sekolah memiliki peran sosial, seperti membantu siswa dari keluarga kurang mampu melalui program subsidi silang atau pencarian beasiswa. “Komite bisa menjadi mata dan telinga bagi sekolah untuk mengetahui kondisi semua anak, termasuk yang termarginalkan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, yang turut hadir, menegaskan bahwa komite sekolah adalah perwakilan orang tua dan wali murid yang berperan mendukung pembiayaan pendidikan tanpa paksaan.

“Selama tidak ada angka pasti, tidak ada paksaan, dan tidak bersifat periodik, maka sumbangan itu sah-sah saja. Sekolah negeri punya pembiayaan terbatas, sehingga kolaborasi dengan orang tua sangat diperlukan. Yang penting tidak ada pengkondisian atau hukuman bagi yang tidak menyumbang,” ucap Asli.

Ia berharap ke depan komite sekolah semakin profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah secara keseluruhan.

Workshop ini menjadi momentum untuk memperkuat peran komite sekolah di Kalimantan Timur sebagai jembatan komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....