Pertamina Siapkan Bengkel Gratis Tanggapi Keluhan Pengguna Pertamax

  • 11 Apr 2025 10:44 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Krisis kepercayaan terhadap bahan bakar Pertamax di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, akhirnya mendapat titik terang.

Setelah mencuatnya puluhan laporan kerusakan kendaraan akibat dugaan BBM oplosan, Pertamina menyatakan kesiapannya membuka layanan bengkel gratis di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Langkah ini diumumkan usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPRD Kaltim yang berlangsung sengit dan diwarnai desakan agar Pertamina bertanggung jawab.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menyatakan layanan tersebut wajib dimulai pada 9 April 2025 kemarin dan hanya berlaku bagi kendaraan yang rusak setelah mengisi BBM dari SPBU resmi, dengan bukti pembelian sebagai syarat.

Menanggapi hal tersebut, Region Manager Retail Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, Pertamina menyatakan siap menanggung perbaikan kendaraan yang terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kantor pusat dan akan menyiapkan layanan bengkel gratis di kabupaten dan kota. Saat ini kami sedang menjalin kerja sama dengan bengkel resmi, sesuai dengan merek kendaraan,” ujarnya.

Beberapa pekan terakhir, masyarakat Samarinda dihebohkan dengan kerusakan massal pada motor, bahkan unit baru, usai mengisi Pertamax. Dugaan pengoplosan dengan RON lebih rendah hingga kontaminasi dalam proses distribusi memicu kekhawatiran luas.

Meski Pertamina menegaskan bahwa produk mereka sesuai standar, publik menuntut transparansi lebih lanjut.

Kasus ini juga membuka fakta lemahnya respons krisis dari Pertamina, lambannya pemeriksaan hukum, dan buruknya pengawasan oleh otoritas terkait.

Desakan agar investigasi menyeluruh dilakukan terus bergema, ketika kebutuhan masyarakat akan kendaraan dalam kondisi prima sangat tinggi.

Langkah pembukaan bengkel gratis menjadi harapan baru, namun pengawasan terhadap pelaksanaannya akan menjadi ujian nyata atas komitmen Pertamina dan pemerintah.

Masyarakat kini menanti bukan hanya perbaikan mesin, tetapi juga pemulihan kepercayaan terhadap kualitas BBM di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....