Kepala SMPN 6 Tenggarong Ungkap Tantangan Memimpin Sekolah di Daerah Terpencil

  • 20 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keterbatasan geografis dan fasilitas menjadi bagian dari pengalaman Kepala SMP Negeri 6 Tenggarong, James S Marpaung, dalam memimpin sekolah. Pengalaman tersebut dibagikan saat menjadi pemateri pendampingan Penghargaan GTK Tahun 2026 yang diselenggarakan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat 18 September 2026.

Dalam Apresiasi GTK 2025, James mengangkat tema kepemimpinan sekolah dengan pendekatan dedikatif. Karyanya berjudul “Sang Penakluk Alam Berjuang di Antara Jurang dan Harapan” yang menggambarkan perjuangan dalam memajukan sekolah dengan berbagai keterbatasan.

“Berbicara tentang dedikatif kita berbicara tentang nilai-nilai perjuangan. Bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah atau guru dalam rangka memajukan sekolah dengan tantangan yang luar biasa,” ujar James.

James menjelaskan SMP Negeri 6 Tenggarong berada di wilayah pedesaan dengan kondisi geografis yang menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sekolah. Sekolah tersebut berada di dekat jurang dan hanya memiliki 81 siswa, sehingga sumber dana operasional yang dapat dikelola juga terbatas.

Selain kondisi sekolah, akses menuju lokasi tugas juga menjadi tantangan tersendiri. James harus menempuh perjalanan sekitar satu jam 30 menit dari tempat tinggal menuju sekolah dan dalam perjalanan harus menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan kapal tradisional.

Tantangan lainnya mencakup akses jalan yang rusak, keterbatasan internet, serta keterbatasan air bersih. Ia juga mendapat tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 3 Tabang yang berjarak sekitar 278 kilometer dari Tenggarong dengan waktu perjalanan yang dapat mencapai delapan hingga sepuluh jam.

James mengatakan seluruh kondisi tersebut perlu didokumentasikan sebagai bagian dari karya dedikatif. Menurutnya, bukti berupa foto, kondisi lingkungan sekolah dan dokumentasi kegiatan dapat membantu menggambarkan situasi nyata yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program di sekolah.

Dalam pendampingan Penghargaan GTK 2026, James mendorong peserta untuk mengangkat pengalaman dan persoalan nyata yang dihadapi di sekolah masing-masing. "Karya penghargaan tidak harus berasal dari sekolah dengan fasilitas lengkap, tetapi dapat berangkat dari perjuangan dan perubahan yang benar-benar dilakukan untuk mendukung pendidikan dan peserta didik," ucap James, menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....