Akses Jalan Dipercepat, Tiga Kampung Bongan Didorong Maju
- 14 Sep 2026 18:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Barat – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat penanganan akses jalan menuju tiga kampung yang masih berstatus tertinggal di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan informasi.
Tiga kampung yang menjadi perhatian ialah Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung. Berdasarkan hasil entry Indeks Desa 2026, ketiganya masih masuk kategori desa tertinggal, dengan keterbatasan aksesibilitas jalan menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Siti Sugiyanti, mengatakan peningkatan status ketiga kampung membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pemerintah kampung.
“Perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan status tiga desa tertinggal ini. Salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah aksesibilitas jalan, menjadi pokok pembahasan dalam rapat tersebut,” ujarnya dilansir dari rilis Pemprov Kaltim, pada Senin 14 September 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim menyatakan penanganan akses jalan sempat mengalami keterlambatan pada 2026 akibat pergeseran anggaran serta proses administrasi dan teknis. Namun, perencanaan dan desain pekerjaan telah diselesaikan dan koordinasi dengan Inspektorat terus dilakukan untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan ketentuan pemerintah pusat.
Pada 2026, penanganan jalan direncanakan mencapai sekitar 15 kilometer, termasuk pelebaran pada sejumlah ruas. PUPR juga menyiapkan penanganan lanjutan pada 2027, antara lain pembangunan atau penanganan jembatan serta peningkatan jalan hingga menuju ujung Kampung Gerunggung.
Kepala Kampung Gerunggung, Rahmad, mengatakan kondisi jalan saat ini masih dapat dilalui, terutama ketika musim kemarau. Namun, peningkatan kualitas jalan tetap menjadi keperluan utama masyarakat. Selain jalan, kampung tersebut juga membutuhkan fasilitas dan layanan dasar, seperti rumah ibadah, jaringan internet, dan tambahan tenaga kesehatan.
Pemerintah Kampung Tanjung Soke juga menyambut baik rencana peningkatan akses jalan. Infrastruktur yang lebih baik dinilai dapat menjadi pengungkit pembangunan, terutama untuk meningkatkan capaian indikator dalam Indeks Desa.
Camat Bongan, Putu Budiasa, mengaku turut mendukung penanganan akses jalan dan penguatan layanan dasar, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan. Menurutnya, konektivitas yang lebih baik akan memudahkan masyarakat menjangkau pelayanan sekaligus memperkuat hubungan antarwilayah.
Rapat koordinasi yang digelar Pemprov Kaltim bersama Pemkab Kutai Barat, Kecamatan Bongan, dan pemerintah kampung menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut. Pemerintah kabupaten dan kampung akan menyusun rencana teknis serta memetakan kebutuhan pembangunan, sedangkan DPMPD dan PUPR Kaltim memberikan dukungan sesuai kewenangan.
Tenaga Pendamping Profesional juga akan dilibatkan untuk membantu pemerintah kampung dalam pengisian dan pemutakhiran data Indeks Desa. Dengan pembenahan infrastruktur, penguatan layanan dasar, dan data pembangunan yang lebih akurat, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Barat mendorong Kampung Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung keluar dari status tertinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....