Dari Pesisir Sepatin, Harapan Melanjutkan Pendidikan Terus Tumbuh

  • 11 Sep 2026 06:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Keterbatasan akses tidak menyurutkan keinginan anak-anak di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berada di kawasan pesisir dan dikelilingi perairan, masyarakat setempat menghadapi tantangan tersendiri dalam memperoleh informasi pendidikan.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan siswa SMP Negeri 6 Anggana yang berada di Desa Sepatin. Sekolah ini terletak di tengah kawasan perairan yang berbatasan dengan Selat Makassar, sehingga akses terhadap informasi dan berbagai fasilitas pendidikan tidak semudah sekolah yang berada di wilayah perkotaan.

Melihat kondisi itu, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk membuka akses informasi pendidikan sekaligus memberikan pendampingan kepada siswa, guru, dan orang tua.

Head of Communication Relations and CID PT Pertamina Hulu Mahakam, Achmad Krisna Hadiyanto, mengatakan pendampingan dilakukan agar anak-anak di wilayah pesisir memiliki gambaran yang lebih luas mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan.

“Jadi kami memberikan pendampingan, sosialisasi kepada murid dan kepada orang tua. Agar mereka menempuh pendidikan tinggi,” kata Achmad dalam konferensi pers di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Rabu (9/9/2026).

Menurut Achmad, dukungan tersebut tidak hanya berupa penyampaian informasi. PHM juga menggandeng Indonesia Mengajar untuk menghadirkan guru-guru penggerak yang selama satu tahun berada di lokasi untuk mendampingi sekaligus memotivasi para siswa.

“Tidak hanya di situ, kami juga bekerja sama dengan Indonesia Mengajar untuk menghadirkan guru-guru penggerak yang selama setahun penuh ada di sana. Tugas mereka di sana adalah mendampingi dan memotivasi,” ujarnya.

Melalui program tersebut, PHM berharap keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak di Desa Sepatin untuk merancang masa depan. Akses informasi, internet, serta pendampingan diharapkan dapat memperbesar peluang mereka mengenal pendidikan tinggi dan memiliki pilihan yang lebih luas setelah menyelesaikan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....