APMS Long Apari Batasi Penyaluran BBM untuk Warga
- 27 Jan 2026 15:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Mahulu – Untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak, petugas APMS menerapkan pembatasan penyaluran BBM di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Setiap kepala keluarga hanya diperbolehkan membeli BBM maksimal lima liter dengan sistem antrean, selagi stok tersedia.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah pengendalian agar pasokan BBM dapat menjangkau lebih banyak warga. Pembatasan ini juga bertujuan mencegah penimbunan di tengah keterbatasan distribusi.
Camat Long Apari, Petrus Ngo, menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM eceran tidak dapat dihindari, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang. Kondisi keterbatasan BBM turut berdampak pada harga di tingkat masyarakat. BBM eceran di luar APMS dilaporkan mengalami kenaikan signifikan.
“Harga BBM eceran (Pertalite) di luar APMS saat ini berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter,” ujarnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut Petrus, tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh sulitnya pasokan selama musim kemarau. Distribusi yang hanya mengandalkan jalur sungai menjadi kendala utama di wilayah tersebut.
“Ketika pasokan terbatas, harga di tingkat pengecer otomatis ikut naik dan membebani masyarakat. Kita berharap ada solusi cepat dari pemerintah daerah dan pihak terkait,” katanya.
Pemerintah kecamatan terus memantau situasi penyaluran BBM di lapangan. Koordinasi dengan pengelola APMS dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan tertib dan adil.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti aturan penyaluran yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis guna menstabilkan pasokan dan harga BBM di Long Apari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....