Mahakam Ulu Butuhkan Inovasi Sistem Pertanian Target Swasembada

  • 24 Sep 2025 08:20 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Mahulu: Kabupaten Mahakam Ulu yang terletak di wilayah perbatasan Kalimantan Timur terus berupaya mencapai target swasembada pangan. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi, terutama menyangkut efektivitas program pertanian yang berjalan saat ini. Salah satu program yang dinilai kurang optimal yakni pengelolaan ladang kering seluas 10 hektar per kampung yang dilaksanakan setiap tahun.

Program tersebut dinilai tidak memberikan hasil yang sebanding dengan sumber daya dan waktu yang digunakan. Tingkat produktivitas yang rendah, keterbatasan sarana, serta ketergantungan pada kondisi cuaca menjadi faktor utama penyebab rendahnya hasil panen. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih inovatif dan menyeluruh dibutuhkan agar pertanian di Mahakam Ulu dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan.

Ketua DPRD Kabupaten Mahakam Ulu, Devung Paran, mengatakan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembangan ladang kering, tetapi juga mulai mengarahkan bantuan ke sektor lain seperti pencetakan sawah, pengembangan kebun produktif, dan budi daya perikanan air tawar. Pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis potensi lokal akan mendorong keberlanjutan dan peningkatan hasil pertanian masyarakat.

“Sektor peternakan juga merupakan hasil usaha rumahan yang produktif dan menjanjikan, karena hingga saat ini masih banyak bahan pangan nabati yang terus didatangkan dari daerah luar,” kata Devung Paran, Rabu (24/9/2025).

Penerapan sistem pertanian terpadu dianggap menjadi solusi jangka panjang yang patut dipertimbangkan. Sistem ini dapat menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu skema kegiatan, sehingga hasil yang diperoleh lebih beragam dan efisien. Pendekatan ini juga mampu meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas.

Dengan inovasi kebijakan yang tepat, Mahakam Ulu memiliki peluang besar untuk menjadi daerah perbatasan yang mandiri secara pangan. Dukungan lintas sektor, pelatihan bagi petani, serta kebijakan yang adaptif terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat menjadi kunci keberhasilan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....