Evaluasi Program MBG di Mahulu Disesuaikan Kondisi Geografis

  • 10 Sep 2025 07:55 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Mahulu: Pemerintah pusat diharapkan memahami kondisi geografis dan infrastruktur Kabupaten Mahakam Ulu sebelum menerapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut. Kabupaten yang terletak di wilayah perbatasan Kalimantan Timur ini memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait jarak antarsekolah, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas pendukung.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Avun menyampaikan bahwa pelaksanaan program MBG harus disesuaikan dengan karakteristik daerah. Ia menyoroti keterbatasan akses ke sekolah-sekolah yang berjauhan serta sulit dijangkau karena infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Pemerintah harus menyesuaikan regulasi dan anggaran yang akan diturunkan ke daerah, karena Mahulu tidak sama dengan wilayah lain di Kaltim,” ujar Yohanes, Rabu (10/9/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mobilisasi bahan makanan menjadi kendala utama karena Mahakam Ulu jauh dari pusat distribusi kabupaten maupun kota lain. Hal ini berdampak pada keterlambatan pengiriman dan potensi berkurangnya kualitas bahan pangan yang akan diberikan kepada peserta didik.

Distribusi makanan dari dapur sehat juga menghadapi hambatan serius. Minimnya fasilitas seperti dapur umum, penyimpanan makanan, serta kendaraan distribusi membuat pelaksanaan program MBG berisiko tidak berjalan optimal jika tidak dipersiapkan dengan matang. Keterlibatan daerah dalam perencanaan dinilai penting agar program sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah daerah berharap, sebelum program dijalankan, pemerintah pusat melakukan kajian mendalam serta koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten. Dengan begitu, program MBG tidak hanya menjadi wacana nasional, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif, merata, dan berkelanjutan di seluruh wilayah, termasuk daerah 3T.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....