Lesunya Penjualan Tak Turunkan Semangat Perajin Batik Kaltim Ciptakan Karya Baru
- 02 Okt 2026 15:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penjualan batik di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan meski tidak signifikan. Kondisi ini dirasakan perajin Batik Putri Syafril Samarinda, Desy Soleha Syafril, terutama dari pesanan instansi dan komunitas.
Desy mengatakan, sebelumnya pesanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) cukup rutin ia terima. Dalam sebulan, rata-rata bisa mencapai tiga hingga empat pesanan dari OPD di Kalimantan Timur.
“Memang pesanan tidak seramai tahun sebelumnya karena kan efisiensi anggaran. Tetapi kami terus membatik karena memang pesanan selalu ada dan pembelian juga masih ada,” ujar Desy, kepada rri.co.id, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Desy, berkurangnya penjualan turut membuat pendapatan usaha sedikit menurun. Namun, kondisi tersebut justru menjadi peluang karena memberikannya waktu lebih banyak untuk mengembangkan karya.
Ia mengatakan, ketika permintaan batik sedang tinggi, waktu untuk membuat desain baru menjadi lebih terbatas. Kini, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk menciptakan motif, desain, dan ide baru.
“Sekarang penjualannya sedikit berkurang, tetapi saya punya kesempatan untuk membuat desain baru. Ini kesempatan buat saya,” ucapnya.
Desy menyebut, saat ini telah menghasilkan lebih dari 50 desain batik. Ia juga memiliki ratusan sampel motif, cap, serta canting yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk baru.
Menurutnya, karya baru tersebut menjadi persiapan ketika permintaan kembali meningkat. Bahkan, sejumlah calon pembeli yang melihat desain terbaru sudah menunjukkan ketertarikan untuk memesan pada tahun berikutnya.
“Ketika kita sudah punya banyak desain baru, ada yang datang dan bilang desainnya sudah bagus. Mudah-mudahan tahun depan bisa pesan,” kata dia.
Desy menilai, kondisi penjualan yang tidak seramai sebelumnya dapat menjadi kesempatan bagi perajin untuk memperkuat kreativitas. Perajin tidak hanya harus mengejar produksi, tetapi juga perlu menyediakan waktu untuk menciptakan karya yang berbeda.
Sebab menurutnya, kreativitas menjadi salah satu cara agar batik Kaltim tetap berkembang. Selain itu, Desy juga mengajak para perajin batik di Benua Etam mengangkat kekayaan daerah untuk dikembangkan menjadi motif batik.
“Sebagai perajin batik, hari-hari kita adalah membatik. Mari kita angkat flora dan fauna yang masih banyak belum diangkat untuk memperkaya motif batik identitas Kaltim,” ujar Desy, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....