Uniknya Tari Kolosal Erau 2026, Bekantan Hadir sebagai Penjaga Sungai Mahakam
- 20 Sep 2026 14:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tenggarong - Ada yang berbeda dalam pertunjukan tari kolosal pada pembukaan Erau 2026 di Stadion Rondong Demang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu, 20 September 2026.
Di antara deretan penari yang membawakan cerita budaya Kutai, sosok bekantan turut hadir dalam pertunjukan tersebut. Sejumlah penari mengenakan kostum menyerupai satwa endemik Kalimantan itu dan memperagakan gerak-gerik bekantan yang dikenal unik dan mengundang perhatian penonton.
Dalam pertunjukan tersebut, bekantan digambarkan sebagai salah satu satwa yang menjaga ekosistem Sungai Mahakam. Kehadirannya dalam tari kolosal menjadi cara kreatif untuk menyampaikan pesan tentang keberadaan satwa dan pentingnya menjaga lingkungan sungai.
Gerakan para penari yang dibuat menyerupai tingkah bekantan juga menjadi salah satu bagian yang menghibur. Sesekali mereka bergerak dengan gaya khas satwa tersebut, sehingga membuat suasana pertunjukan semakin menarik.
Bagi masyarakat yang menyaksikan langsung, penampilan itu bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang kekayaan alam Kalimantan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kukar.
Salah satunya Resni Anggi, warga Kukar yang hadir menyaksikan pembukaan Erau 2026. Ia mengaku bangga karena adiknya mendapat kesempatan menjadi salah satu penari yang mengenakan kostum bekantan dalam tari kolosal tersebut.
“Bangga sekali melihat adik saya bisa ikut menari dalam kegiatan sakral Erau ini. Apalagi dia mendapat peran sebagai bekantan,” kata Resni.
Menurut Resni, keterlibatan sang adik dalam tari kolosal menjadi pengalaman yang berharga. Tidak hanya karena dapat tampil di hadapan masyarakat, tetapi juga karena ikut mengambil bagian dalam salah satu rangkaian budaya yang menjadi identitas Kutai Kartanegara.
Ia berharap keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam pertunjukan Erau dapat membuat mereka semakin mengenal budaya daerah sekaligus memahami kekayaan alam yang ada di sekitarnya.
“Senang melihat generasi muda ikut terlibat. Mereka tidak hanya tampil menari, tetapi juga ikut mengenalkan budaya dan satwa yang ada di Kalimantan,” ujarnya.
Tari kolosal tersebut menjadi salah satu warna dalam pembukaan Erau 2026. Penggambaran bekantan sebagai penjaga Sungai Mahakam sekaligus menunjukkan bahwa pertunjukan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas daerah, termasuk kekayaan satwa dan lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kukar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....