Sandima Goes to School Kembali Dilanjutkan, Kenalkan Seni Mamanda ke Pelajar

  • 20 Sep 2026 05:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Komunitas Sandiwara Mamanda (Sandima) akan kembali menjalankan program Sandima Goes to School untuk mengenalkan seni tradisi kepada pelajar di Kalimantan Timur (Kaltim). Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan Sandima setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2026.

Sekretaris Sandima, Elsya, mengatakan pengakuan sebagai WBTb bukan menjadi alasan untuk berhenti berproses dan berpuas diri. Menurutnya, status tersebut justru menjadi dorongan agar Sandima terus berkembang dan membuktikan bahwa kesenian tersebut layak dipertahankan.

“Kita nggak boleh berpuas hati setelah lolos seleksi warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan pada 2026. Justru karena itu kami harus makin terpacu, harus membuktikan apakah kami layak untuk mendapatkan predikat seperti itu,” kata Elsya, dikutip rri.co.id, Sabtu, 19 September 2026.

Ia mengatakan, dukungan dana yang kembali diterima Sandima pada 2026 juga menjadi dorongan bagi komunitas ini untuk terus belajar dan mengembangkan kegiatan. Karena itu, Sandima Goes to School kembali disiapkan setelah sebelumnya sempat terhenti.

Elsya menjelaskan, program tersebut sebenarnya direncanakan kembali pada Oktober 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda karena sejumlah persiapan yang perlu diselesaikan agar kegiatan dapat berjalan lebih baik.

“Sebenarnya Sandima sudah pernah masuk ke sekolah dari tahun 2017 sampai 2019, tapi terhenti karena COVID. Makanya kita mau coba masuk lagi. Mudah-mudahan karena kita tunda ini bakal lebih baik lagi, lebih siap lagi,” ujarnya.

Maestro Sandima, Elansyah Jamhari. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Sementara itu, Maestro Sandima, Elansyah Jamhari menambahkan, kegiatan Sandima Goes To School telah menyasar cukup banyak sekolah. Dalam periode sebelumnya, Sandima tercatat menggelar ratusan kali pementasan keliling selama tiga tahun dan menjangkau ribuan sekolah di Benua Etam.

“Kita sudah pentas 276 kali dan hampir menyinggahi sekitar 5.000 sekolah se-Kaltim,” kata Elansyah.

Senada, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan pengenalan Sandima melalui sekolah sebenarnya telah dilakukan cukup lama. Program itu menyasar sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Kami ini dulu mensosialisasikan itu dari sekolah ke sekolah. SD, SMP, bahkan targetnya itu dulu mencapai seribu sekolah dan itu alhamdulillah tercapai,” kata Ibnu.

Ia pun memastikan, program Sandima Goes to School akan dilanjutkan meski pelaksanaannya sempat tertunda karena berbagai kegiatan lain yang harus dijalankan komunitas.

“Sebenarnya program ini sudah kita jadwalkan di awal 2025 kemarin, tapi terkendala kesibukan kawan-kawan. Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan dalam waktu sebulan, dua bulan ke depan dengan target seribu sekolah,” ujar Ibnu, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....