Dalang Balikpapan Soroti Keterbatasan Pengembangan Wayang di Luar Jawa
- 25 Agt 2026 06:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pengembangan seni wayang di luar Pulau Jawa menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan daerah asal berkembangnya kesenian tersebut. Keterbatasan sarana dan prasarana serta keberagaman latar belakang masyarakat menjadi persoalan yang perlu dijawab oleh para pelaku seni.
Dalang perwakilan Balikpapan, Ki Wahyudi, mengatakan kondisi geografis dan perkembangan komunitas pedalangan di Kalimantan Timur menjadi salah satu tantangan dalam memperluas seni wayang. Hal itu ia sampaikan saat mengikuti Festival Dalang Muda 2026 di Halaman GOR Kadrie Oening Sempaja Samarinda, pada Minggu 23 Agustus 2026.
Menurut Wahyudi, para pelaku seni di luar Jawa perlu memiliki strategi agar pertunjukan wayang dapat diterima oleh masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Wayang tidak seharusnya hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu.
“Tantangan terakhir yang salah satunya lagi yaitu kita berada di luar Jawa. Keterbatasan sarana prasarana, terus kemudian perbedaan suku yang banyak,” ujar Wahyudi.
Wahyudi mencontohkan sejumlah kesenian tradisional yang mampu dinikmati lintas kelompok masyarakat. Menurutnya, kesenian seperti jaranan dapat menarik perhatian bukan hanya masyarakat Jawa, tetapi juga masyarakat dari latar belakang suku lain.
“Kita gimana caranya supaya wayang bisa dinikmati semua orang. Penontonnya bukan hanya dari orang Jawa, tetapi semua kalangan,” katanya.
Menurut Wahyudi, diperlukan inovasi agar pesan, humor, cerita, dan nilai-nilai dalam pewayangan lebih mudah dipahami masyarakat luas. Adaptasi dalam penyajian dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan substansi dan nilai budaya yang terkandung dalam cerita wayang.
Festival Dalang Muda 2026 menjadi salah satu kesempatan bagi pelaku seni untuk memperkenalkan wayang kepada masyarakat yang lebih beragam. Melalui kegiatan tersebut, dalang muda dapat menunjukkan kreativitas sekaligus memperluas jangkauan penonton seni tradisional.
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi Kalimantan Timur (DPP IKA PAKARTI Kaltim) bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kaltim ini juga mempertemukan pelaku seni dari berbagai daerah. Kehadiran perwakilan dalang dari Kutai Kartanegara dan Balikpapan menunjukkan proses perkembangan seni pedalangan terus berlangsung di Kalimantan Timur. (zul)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....