Kampung Inaran Jadi yang Pertama di Berau Deklarasikan STBM Lima Pilar
- 23 Jul 2026 06:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau – Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, menjadi kampung pertama di Berau yang berhasil mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar. Deklarasi tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-258 Kampung Inaran dan Festival Budaya Neppa Pade, Selasa 21 Juli 2026.
Keberhasilan itu menandai Kampung Inaran sebagai kampung pertama di Kabupaten Berau yang memenuhi seluruh indikator STBM, program nasional yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari sanitasi yang buruk.
Mewakili Bupati Berau, Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, menghadiri kegiatan tersebut bersama Anggota DPRD Kalimantan Timur Makmur HAPK, Anggota DPRD Berau Gideon Andris, jajaran perangkat daerah, unsur pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Kampung Inaran.
Keberhasilan Kampung Inaran mencakup pemenuhan lima pilar STBM, yakni menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS), membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan rumah tangga secara aman, mengelola sampah rumah tangga, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan baik.
Kepala Kampung Inaran, Amirullah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan lingkungan yang sehat.
"Atas nama Pemerintah Kampung Inaran, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Berkat kerja sama yang terjalin dengan baik, Kampung Inaran dapat menjadi kampung pertama di Berau yang mendeklarasikan keberhasilan penerapan lima pilar STBM," kata Amirullah.
Menurutnya, deklarasi tersebut bukan menjadi akhir dari upaya yang dilakukan, melainkan awal untuk menjaga keberlanjutan pembangunan berbasis kesehatan lingkungan.
"Komitmen kami adalah memastikan budaya hidup bersih dan sehat tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya.
Sementara itu, Maulidiyah mengapresiasi keberhasilan Kampung Inaran yang dinilai menjadi bukti perubahan perilaku masyarakat dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif warga.
Menurutnya, keberhasilan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan sanitasi lingkungan.
"Capaian Kampung Inaran menunjukkan bahwa dengan komitmen bersama, perubahan nyata dapat diwujudkan. Ini bukan hanya keberhasilan satu kampung, tetapi juga menjadi kebanggaan Kabupaten Berau," ujar Maulidiyah.
Ia berharap keberhasilan Kampung Inaran dapat menjadi contoh bagi kampung dan kelurahan lain di Kabupaten Berau dalam mempercepat penerapan STBM lima pilar.
"Kami berharap keberhasilan Kampung Inaran menjadi pemicu semangat bagi kampung dan kelurahan lainnya untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang sehat melalui penerapan lima pilar STBM secara berkelanjutan," ucapnya.
Selain menjadi momentum deklarasi STBM, Festival Budaya Neppa Pade juga menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat Kampung Inaran. Perayaan HUT ke-258 kampung tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Dengan status sebagai kampung pertama di Kabupaten Berau yang berhasil menerapkan STBM lima pilar, Kampung Inaran diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam membangun sanitasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat. (Diskominfo Berau-IKP/Er.)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....