Dispar Kaltim Dorong Rumah Produksi Film Pendek Angkat Kekayaan Budaya Lokal

  • 16 Jul 2026 09:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mendorong para sineas muda untuk menghasilkan karya film yang mengangkat kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal daerah. Harapan tersebut disampaikan saat peluncuran Rumah Digital Entertainment dan Short Movie di Temindung Creative Hub, Samarinda, sebagai upaya memperkuat identitas Kalimantan Timur melalui industri kreatif berbasis perfilman.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, mengatakan identitas lokal merupakan kekuatan utama yang dapat membedakan sebuah karya film dengan daerah lain. Menurutnya, setiap wilayah di Kalimantan Timur memiliki cerita, budaya, legenda, hingga sejarah yang layak diangkat menjadi tontonan berkualitas sekaligus sarana promosi daerah.

"Mudah-mudahan nanti teman-teman dari Rumah Digital ini bisa memproduksi film yang berwarna lokal," ujar Awang Khalik.

Awang menjelaskan Dinas Pariwisata Kaltim sebelumnya telah memproduksi sedikitnya tujuh karya yang mengangkat cerita khas Kalimantan Timur. Beberapa di antaranya berjudul Hantu Banyu, Si Lamak, dan Lakatan yang mengangkat unsur budaya lokal serta cerita rakyat sebagai bagian dari kekayaan daerah.

Selain itu, Awang juga menyinggung kisah Suster Maria yang berlatar sejarah Balikpapan pada masa penjajahan. Menurutnya, cerita-cerita seperti itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi film yang tidak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga mampu memperkenalkan sejarah, budaya, dan identitas Kalimantan Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

"Perkembangan teknologi telah membuat proses produksi film menjadi lebih mudah dan terjangkau. Dengan memanfaatkan telepon pintar, para kreator sudah dapat menghasilkan film pendek berdurasi lima hingga lima belas menit, asalkan didukung ide yang kuat, kemampuan bercerita yang baik, dan kemauan untuk terus berinovasi," ucap Awang pada Rabu 15 Juli 2026.

Melalui kehadiran Rumah Digital Entertainment, pemprov kaltim menilai semakin banyak sineas muda memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berkolaborasi, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan karya audiovisual yang berakar pada budaya lokal. Dengan semakin banyak film yang mengangkat kekhasan Kalimantan Timur, diharapkan identitas daerah semakin dikenal dan mampu membawa karya-karya sineas lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....