Aktif Tampil dan Berprestasi, Penari Kembar Dari Samboja Harumkan Seni Tari Daerah
- 04 Jul 2026 17:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Siapa sangka, keinginan mencoba belajar menari justru membawa saudara kembar asal Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Safina Awirdatus Sholikha (16) dan Vania Aqillaturs Sholikhah (16) menjadi penari yang aktif tampil di berbagai acara hingga meraih juara.
Salah satunya, seperti penampilan Tari Harmoni Nusantara pada syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Kota Samarinda di Aula Polresta Samarinda. Sabtu, 4 Juli.
Keduanya yang kini duduk di bangku SMA Negeri 2 Samboja itu mengaku mulai mengenal dunia tari sejak kelas 1 SMP hingga akhrinya bergabung ke sanggar tari.
"Awalnya cuma coba-coba. Lama-lama sering ikut latihan karena mama juga mengajak masuk sanggar. Akhirnya jadi suka menari sampai sekarang," ujar Safina.
Seiring waktu, kemampuan keduanya terus berkembang. Perjalanan tari mereka dimulai dari Sanggar Seni Tari Bali hingga bergabung di Sanggar Seni Temengang Bhuweq Samarinda yang kerap mengisi pertunjukkan di berbagai acara.
Menurut Vania, menari membuat mereka bisa mengenal lebih banyak budaya dari berbagai daerah. Hal itulah yang membuat keduanya betah berkecimpung di dunia seni hingga sekarang.
"Seru karena bisa mengenal budaya-budaya yang ada di Indonesia. Kami memang sering membawakan tari Kalimantan Timur, tapi juga masih menari Bali dan Jawa," katanya.
Di antara berbagai jenis tarian yang pernah dipelajari, keduanya mengaku paling menyukai tari Dayak. Selain lebih sering dibawakan, menurut mereka gerakan tari Dayak sudah sangat dikuasai sehingga lebih percaya diri saat tampil di atas panggung.
Ketekunan mereka mempelajari tari kini telah terbukti lewat berbagai perlombaan yang diikuti. Belum lama ini, Safina dan Vania bahkan meraih Juara III pada lomba tari di Samarinda Square.
"Terakhir kami juara III tanggal 28 bulan lalu. Nanti tanggal 26 Juli 2026, kita ada lomba lagi di Samarinda Square juga," ucap Safina.
Bagi keduanya, melestarikan budaya tidak harus menunggu menjadi ahli atau penari. Mereka pun mengajak generasi muda di Samarinda agar berani mencoba tampil dan tidak malu mempelajari seni tradisional.
"Jangan malu menampilkan budaya Indonesia. Coba tampil dulu. Menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting berani dan terus melestarikan budaya yang kita punya," kata keduanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....