Festival Budaya dan Peran Keluarga Jadi Kunci Pelestarian Budaya Samarinda
- 08 Jun 2026 05:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Berbagai program pelestarian budaya yang dijalankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pamong Budaya Disdikbud Kota Samarinda, Normalina, mengatakan pelibatan komunitas dalam kegiatan budaya menjadi salah satu faktor penting dalam pemajuan kebudayaan daerah.
Menurut Normalina, kegiatan festival budaya menjadi program yang paling terasa manfaatnya karena melibatkan banyak pihak. “Penyelenggaraan festival tidak hanya melibatkan pelestari seni dan tradisi, tetapi juga komunitas UMKM serta para penggiat budaya lainnya,” ujarnya dalam Program Obrolan Budaya Pro 4, dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Meski demikian, ia menegaskan pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui festival semata. “Pelestarian budaya harus berjalan secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari, bukan hanya saat event besar berlangsung,” katanya.
Salah satu bentuk pelestarian berkelanjutan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan rumah adat sebagai ruang aktivitas budaya. “Rumah adat menjadi tempat latihan bagi komunitas dan generasi muda yang ingin mendalami serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerahnya,” ujar Normalina.
Ia menilai keberhasilan program kebudayaan tidak hanya bergantung pada pemerintah sebagai fasilitator. “Komunitas dan para penggiat budaya merupakan pelaku utama pemajuan kebudayaan sehingga perannya sangat menentukan keberlangsungan program yang ada,” ucapnya.
Selain festival, kegiatan pelatihan dan workshop juga dinilai efektif untuk mendekatkan budaya kepada masyarakat. “Workshop dan pelatihan dapat menjangkau generasi muda secara lebih intens sehingga dampaknya terasa dalam jangka panjang,” ujarnya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Normalina adalah keberhasilan pengusulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kota Samarinda ke pemerintah pusat. “Dari empat usulan yang kami ajukan pada tahun lalu, tiga di antaranya berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, dan itu menjadi kebanggaan bagi Kota Samarinda,” katanya.
Ia menjelaskan tahun ini Kota Samarinda kembali mengusulkan tujuh karya budaya untuk ditetapkan sebagai WBTb. “Di antaranya Sandiwara Mamanda, Minyak Waras, Keminting, Lemang, Pisang Gapit, serta legenda Ular Lembu yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah,” ujarnya.
Menurut Normalina, berbagai warisan budaya tersebut perlu terus dikenalkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. “Generasi muda harus mengenal cerita rakyat, kuliner tradisional, dan seni budaya lokal sebagai bagian dari jati diri mereka,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini. “Budaya sopan santun, gotong royong, menghormati sesama, dan rasa bangga terhadap identitas daerah harus dimulai dari keluarga agar menjadi pondasi yang kuat menghadapi pengaruh budaya luar,” ucap Normalina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....