Rumah Adat Samarinda Jadi Pusat Aktivitas Budaya dan Edukasi Masyarakat
- 05 Jun 2026 20:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terus mengoptimalkan fungsi rumah adat sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus pusat aktivitas berbagai komunitas. Pamong Budaya Disdikbud Kota Samarinda, Normalina, mengatakan rumah adat menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan para penggiat budaya dalam menjaga keberlangsungan tradisi di Kota Samarinda.
Menurut Normalina, rumah adat yang berada di bawah pengelolaan Disdikbud Kota Samarinda terbuka bagi berbagai lembaga dan komunitas budaya untuk berkegiatan. “Kami berharap rumah adat dapat dimanfaatkan sebagai ruang bersama untuk mengembangkan kegiatan adat, tradisi, dan kesenian,” ujarnya dalam Program Obrolan Budaya Pro 4, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Berbagai aktivitas budaya saat ini rutin dilaksanakan di kawasan rumah adat, baik secara harian, mingguan, maupun bulanan. “Alhamdulillah, banyak komunitas yang aktif berkegiatan dan bahkan menggunakan rumah adat sebagai tempat latihan menjelang event-event besar,” katanya.
Rumah adat juga menjadi salah satu tujuan program kunjungan edukasi bagi pelajar dari berbagai sekolah di Samarinda. “Melalui kunjungan ini, siswa dapat belajar tentang sejarah dan identitas Kota Samarinda secara lebih dekat dan menyenangkan,” jelas Normalina.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya melihat bangunan rumah adat yang ada. “Mereka juga bisa mengenal langsung rumah adat Banjar, Dayak, dan Kutai serta mengikuti berbagai aktivitas budaya yang disiapkan oleh komunitas,” ucapnya.
Normalina mengatakan sejumlah komunitas budaya turut dilibatkan dalam setiap kegiatan edukasi yang berlangsung di rumah adat. “Salah satunya komunitas permainan rakyat dan olahraga tradisional yang memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal budaya daerah,” ujarnya.
Selain menjadi sarana edukasi, rumah adat juga kerap digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan festival budaya yang melibatkan banyak komunitas dan pelaku UMKM. “Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku budaya dengan masyarakat luas,” katanya.
Menurut Normalina, Samarinda perlu memiliki strategi yang tepat dalam memajukan kebudayaan dengan menjadikannya sebagai bagian penting dari pembangunan kota. “Budaya harus menjadi tulang punggung pembangunan dan pusat peradaban sehingga keberadaannya terus tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan lebih dari 140 lembaga adat dan komunitas budaya menjadi kekuatan besar bagi Samarinda sebagai kota yang multikultural. “Siapapun yang datang ke Samarinda tetap dapat menemukan komunitas yang sesuai dengan identitas budayanya dan terus mengembangkannya,” katanya.
Dia mengtakan unsur budaya kini mulai diintegrasikan ke dalam pembangunan kota melalui berbagai ornamen dan identitas lokal yang ditampilkan di ruang publik. “Budaya tidak akan bertahan jika hanya dilestarikan, tetapi harus terus digunakan dan menjadi bagian dari kehidupan sehingga tetap menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....