Mengenal Tradisi Tiban Ritual Meminta Hujan Khas Jawa Timur

  • 01 Mei 2026 12:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Masyarakat Jawa Timur memiliki cara unik menghadapi kemarau panjang melalui ritual adat Tiban. Tradisi asal kawasan Mataraman seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, dan Trenggalek ini menjadi bahasan hangat dalam program Pesona Antar Komunitas Jawa di RRI Pro 4 Samarinda pada Jumat, 23 April 2026 malam.

Secara etimologi, "Tiban" berasal dari kata "tiba" yang berarti jatuh dalam bahasa Jawa, merujuk pada harapan jatuhnya air hujan sebagai berkah di tengah kekeringan ekstrem. Ritual ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk permohonan spiritual kepada Sang Pencipta agar bencana kekeringan segera berakhir.

Inti dari ritual ini adalah seni bela diri antara dua pria yang menggunakan senjata pecut dari lidi pohon aren. Di bawah pengawasan wasit atau landoh, para peserta saling mencambuk tubuh lawan secara bergantian di atas panggung atau lapangan terbuka.

Mbah Sapar, selaku narasumber, menjelaskan bahwa tradisi ini berakar dari legenda perselisihan penggembala kerbau di sumber air saat kemarau masa lalu. "Saat mereka berkelahi memperebutkan air, tak disangka mendung datang dan hujan turun dengan lebatnya," ujarnya dalam dialog tersebut.

Meskipun terlihat ekstrem karena cambukan tersebut sering kali meninggalkan bekas luka di tubuh peserta, ritual ini dilakukan tanpa rasa dendam. Setelah pertandingan usai, para peserta biasanya bersalaman dan kembali rukun. Darah yang menetes dari luka cambukan pun dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai simbol pengorbanan yang dapat mempercepat turunnya hujan.

Selain pertunjukan cambuk, tradisi Tiban biasanya dilengkapi dengan iringan musik gamelan yang ritmis untuk membangkitkan semangat. Masyarakat juga kerap menyiapkan sesaji atau ambengan berupa tumpeng, ingkung ayam, hingga minuman dawet sebagai bagian dari doa bersama atau kenduri agar lingkungan mereka segera terbebas dari bencana kekeringan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....