HIMA Kaltim Perkuat Sinergi dan Silaturahmi dengan Masyarakat Lokal

  • 23 Apr 2026 13:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Paguyuban masyarakat Aceh yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Aceh (HIMA) Kalimantan Timur terus berkomitmen memperkuat sinergi dan silaturahmi dengan masyarakat lokal di Bumi Etam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan di tengah kemajemukan suku bangsa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur yang kerap disebut sebagai miniatur Indonesia.

Kehadiran komunitas Aceh di Kalimantan Timur telah berlangsung lama melalui berbagai profesi, mulai dari aparatur sipil negara hingga pekerja swasta. Perkumpulan ini menjadi wadah bagi para perantau untuk saling membantu, terutama dalam menghadapi situasi darurat, seperti warga yang sakit atau tertimpa musibah di perantauan.

Salah satu narasumber dalam program Pantas Aceh Pro 4 RRI Samarinda, Khairul Asmadi, mengungkapkan kekagumannya terhadap tingkat toleransi di Kalimantan Timur selama bertugas di wilayah tersebut. Ia menilai masyarakat setempat memiliki keterbukaan yang tinggi terhadap warga pendatang dari Aceh, sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan.

“Masyarakatnya ramah, toleransinya juga baik, dan kepeduliannya luar biasa. Saya juga melihat budaya Aceh mulai dikenal luas di Kalimantan Timur melalui berbagai acara besar yang menampilkan tarian khas seperti Ratoh Jaroe,” ujar Khairul Asmadi saat memberikan keterangan melalui sambungan daring di RRI Samarinda, dikutip Kamis 23 April 2026.

Senada dengan itu, Wakil Ketua HIMA Kaltim, Salman, menyampaikan kunci persatuan di daerah perantauan adalah sikap saling menghargai perbedaan. Ia menilai sinergi antarsuku kerap terjalin secara alami melalui interaksi sehari-hari, termasuk hubungan kekeluargaan lintas suku.

“Kita merawat sinergi dengan saling menghargai perbedaan budaya dan adat istiadat. Kita semua satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dialog antarkomunitas seperti ini penting untuk terus dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris HIMA Samarinda, Cut Nur Jannah, yang akrab disapa Tata, menambahkan selain membaur dengan masyarakat lokal, warga Aceh juga memiliki tanggung jawab menjaga marwah budaya asal. Menurutnya, nilai-nilai luhur seperti adab dan semangat gotong royong harus tetap dijaga sebagai identitas diri.

“Kita harus terus menjaga kekompakan dan silaturahmi karena berada di kampung orang. Kita perlu membaur tanpa menghilangkan nilai-nilai kebaikan dan kerukunan yang dibawa dari Aceh,” kata Tata.

Keberadaan paguyuban ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kalimantan Timur merupakan aset berharga bagi persatuan nasional. Dengan semangat toleransi yang tinggi, masyarakat Aceh berkomitmen untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan daerah tempat mereka tinggal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....