Perkenalkan Warisan Kesultanan, Museum Mulawarman Menggelar Pameran Temporer

  • 22 Apr 2026 20:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kutai Kartanegara - Sebagai bentuk komitmennya menjadi pusat edukasi sejarah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), UPTD Museum Negeri Mulawarman menggelar Pameran Temporer bertajuk "Warisan Penghubung Peradaban", yang dilaksanakan pada Selasa 22 April 2026, di Gedung A Museum Mulawarman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Di dalam pameran ini menampilkan benda-benda bersejarah akan kekayaan koleksi keramik peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman, Mangir Anggoro Titiantoro, menerangkan pameran ini merupakan agenda tahunan yang dirancang khusus oleh tim teknis. Edisi April 2026 ini mengambil tema keramik karena untuk memberikan wawasan mendalam kepada masyarakat mengenai fungsi dan nilai sejarah benda tersebut.

"Selain memamerkan koleksi keramik bersejarah, kami juga bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Tenggarong. Melalui kolaborasi ini, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa merasakan pengalaman langsung praktik pembuatan keramik di lokasi pameran," ujar Mangir menjelaskan.

Sementara itu, Kurator UPTD Museum Negeri Mulawarman, Putu Reza Bimantara, menambahkan mengenai pameran ini bersifat "temporer" atau terbatas, karena hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu, yakni dari tanggal 21 hingga 23 April 2026.

"Kami memiliki banyak koleksi keramik peninggalan Kesultanan yang perlu dikaji dan dipublikasikan kembali. Pameran ini adalah upaya kami untuk mendekatkan warisan tersebut kepada masyarakat luas," kata Putu.

Ia menyebut, kegiatan ini menyasar pengunjung dari semua kalangan usia. Untuk menarik minat generasi muda, pihak museum juga mengundang sejumlah sekolah untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara edukatif.

"Rangkaian kegiatannya cukup beragam, mulai dari edukasi sejarah, workshop pembuatan gerabah, hingga kuis interaktif dengan hadiah (doorprize) menarik bagi peserta. Kami ingin sejarah dipelajari dengan cara yang menyenangkan," ucapnya menerangkan.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum secara gratis atau tanpa dipungut biaya masuk. Melalui ajang ini, Museum Mulawarman berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mencintai warisan budaya bangsa semakin meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....