Inspirasi Hari Kartini: dr. Dio, Sosok Kartini Modern Balikpapan
- 21 Apr 2026 13:49 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Peringatan Hari Kartini menjadi momen refleksi atas emansipasi perempuan, terutama bagi sosok-sosok yang berkiprah di sektor publik. Salah satu inspirasi datang dari Pemerintah Kota Balikpapan, yakni dr. Andi Sri Juliarti, M.Kes, atau yang akrab disapa dr. Dio Beliau merupakan perpaduan utuh antara tenaga medis profesional dan birokrat handal.
Saat ini menjabat sebagai Asisten 3 Pemerintah Kota Balikpapan dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan periode 2025-2028, dr. Dio menegaskan bahwa makna perjuangan Kartini di era modern adalah tanggung jawab untuk mengoptimalkan akses pendidikan dan kesetaraan yang telah diperjuangkan.
"Generasi saat ini perlu terus diingatkan bahwa akses perempuan untuk berkarya dibuka oleh Ibu Kartini melalui pendidikan. Tugas kita sekarang adalah mengisi ruang-ruang tersebut dengan kompetensi dan integritas," ujar dr. Dio kepada RRI pada Selasa, 21 April 2026.
Motivasi terbesar dr. Dio dalam pelayanan publik adalah mengkombinasikan ilmu kedokteran dengan kemampuan manajerial birokrasi. Perjalanan karirnya yang dimulai dari bawah sebagai dokter PTT di Puskesmas, memimpin RS Sayang Ibu, hingga menjabat Kepala Dinas Kesehatan membentuk fondasi kepemimpinan yang kuat.
"Di dunia kedokteran, kami terbiasa sistematis. Hal ini membantu dalam mengelola administrasi, mengasah integritas, dan memimpin di pemerintahan," ungkapnya.
Salah satu pencapaian paling krusial adalah perannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan saat pandemi COVID-19 melanda. Situasi global tersebut menguji kemampuan kepemimpinan dan jejaringnya.
"Itu momen terberat sekaligus paling heroik. Penanganan COVID-19 menuntut kekompakan tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan dukungan penuh Wali Kota. Alhamdulillah, kita bisa melewatinya," kata dr. Dio.
Atas keberhasilannya, beliau menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI terkait penerapan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).
dr. Dio menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pekerja perempuan, baik di sektor formal maupun informal. Ia aktif mendorong penyediaan fasilitas yang mendukung kesehatan dan produktivitas perempuan.
"Kita harus sadar perbedaan fisik, namun semangat harus sama. Maka perlu kebijakan seperti pemberian vitamin bagi pekerja shift malam, penyediaan transportasi aman, izin haid, cuti melahirkan yang tepat, hingga penyediaan ruang menyusui di kantor," ujarnya
Selain itu penting untuk menyeimbangkan antara karier dan keluarga sebagia wanita kodratnya adalah mengutamakan keluarga sehingga menyeimbangkan antara keduanya.
Mengakhiri bincang-bincang, dr. Dio berpesan kepada generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam berkarya, dengan tetap bertanggung jawab dan tidak pernah berhenti belajar.
"Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita Indonesia, teruslah berkarya dengan sehat dan produktif," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....