Pesona Sulam Tumpar: Karya Lokal Kaltim Siap Pukau Balai Kartini

  • 15 Apr 2026 18:38 WIB
  •  Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Panggung ekonomi kreatif Indonesia akan kembali diramaikan oleh produk kerajinan tangan khas daerah melalui ajang eksibisi "Persit Bisa 2". Mengusung tema besar pemberdayaan dan kreativitas, ajang ini menjadi ruang strategis bagi para pengrajin daerah untuk memperkenalkan produk unggulan mereka, salah satunya kerajinan Sulam Tumpar asal Kalimantan Timur.

Karya yang menonjolkan ketelitian motif tradisional ini merupakan buah keterampilan Ny. Satoro, yang dalam pengembangannya didukung penuh oleh Syanti Krido Pramono. Partisipasi ini bukan sekadar pameran visual, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan lokal.

Syanti Krido Pramono menegaskan, Sulam Tumpar memiliki potensi besar untuk merambah pasar nasional. Menurutnya, produk ini merupakan simbol identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi.
"Kami berharap karya ini dapat terus berkembang dan berkiprah secara luas. Ini bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan representasi kebanggaan budaya Kalimantan Timur yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Sulam Tumpar sendiri dikenal dengan kompleksitas warna dan pola yang sarat akan makna filosofis. Kehadirannya di pameran ini diharapkan mampu meningkatkan standar daya saing UMKM lokal serta membuka peluang jejaring bisnis yang lebih luas bagi para pengrajin kreatif di lingkungan pendukung institusi negara.

Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan delapan dekade pengabdian organisasi ini yang genap merayakan HUT ke-80 akan diselenggarakan pada 7-9 Mei 2026 di balai Kartini, Jakarta. Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum bagi publik untuk memberikan dukungan langsung terhadap pertumbuhan sektor ekonomi mikro dan pelestarian seni tradisional Indonesia.

Melalui semangat kreativitas, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pilar ekonomi kreatif nasional sekaligus memastikan warisan budaya Kalimantan Timur tetap relevan dan dikenal di tengah perkembangan zaman.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....