Memahami Struktur dan Nilai Budaya dalam Kamus Bahasa Daerah

  • 11 Apr 2026 13:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bahasa daerah tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan cara pandang masyarakatnya. Upaya pelestarian melalui kamus menjadi langkah penting agar bahasa dan nilai-nilai tersebut tetap terdokumentasi dengan baik.

Hal itu disampaikan Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Pandu Pratama Putra. Ia menjelaskan berbagai aspek teknis hingga nilai budaya dalam penyusunan kamus bahasa daerah.

“Dalam sebuah kamus ada dua struktur utama, yakni makrostruktur itu susunan kamus secara keseluruhan dari A sampai Z, sedangkan mikrostruktur adalah isi di dalamnya seperti lema, definisi, dan contoh kalimat,” ujarnya saat rekaman Obrolan Budaya, dikutip Sabtu 11 April 2026.

Dia mengatakan pemahaman struktur ini penting untuk memastikan kamus tersusun secara sistematis dan mudah digunakan oleh masyarakat. Dengan susunan yang baik, kamus tidak hanya informatif tetapi juga aplikatif sebagai referensi pembelajaran bahasa.

Lebih lanjut, Pandu menegaskan kamus bahasa daerah tidak hanya memuat kosakata, tetapi juga merekam berbagai aspek budaya. “Kalau kita bicara kebudayaan, hampir semuanya terekam di kamus, mulai dari makanan, kesenian, hingga istilah-istilah dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Menurutnya, perbedaan istilah dalam konteks budaya juga menjadi bagian penting dalam pendokumentasian. “Misalnya dalam tarian, istilah untuk laki-laki dan perempuan bisa berbeda, dan itu semua kami catat di dalam kamus,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan kamus dapat menjadi sarana untuk memahami lebih dalam kehidupan masyarakat penutur bahasa tersebut. Melalui definisi kata, masyarakat dapat mengetahui makna, fungsi, hingga konteks penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pengembangan kamus bahasa daerah juga telah memanfaatkan teknologi digital. Pandu mengungkapkan bahwa Balai Bahasa Kalimantan Timur pernah mengembangkan kamus dalam versi Android dan laman digital.

Dalam pengembangan ke depan, Balai Bahasa terus berupaya menyusun kamus baru dari berbagai bahasa daerah. “Untuk tahun 2026, kami merencanakan penyusunan kamus bahasa Tidung dan bahasa Basap di Berau,” ujar Pandu.

Selain penyusunan kamus, pihaknya juga melibatkan generasi muda melalui program Duta Bahasa. Program ini bertujuan untuk mengajak anak muda berperan aktif dalam pengutamaan bahasa Indonesia sekaligus pelestarian bahasa daerah.

“Kami membuka pemilihan Duta Bahasa setiap tahun, biasanya untuk usia mahasiswa, dan mereka akan menjadi mitra kami dalam mempromosikan bahasa dan kamus kepada masyarakat,” katanya.

Di akhir perbincangan, Pandu berharap keterlibatan masyarakat semakin meningkat dalam pelestarian bahasa daerah. “Harapan kami, kamus ini bisa bermanfaat luas dan masyarakat juga bisa membuat kamus sendiri, tidak harus dalam bentuk buku, bisa dengan cara-cara kreatif lainnya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....