Asal-usul Kabupaten Barru: Kisah Pohon Aju Beru dan Sumur Bertuah
- 16 Mar 2026 15:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kabupaten Barru, sebuah daerah pesisir yang menawan di Sulawesi Selatan, menyimpan sejarah panjang yang berakar dari masa kerajaan. Dalam program Pantas Bugis di RRI Pro 4 Samarinda pada Senin, 9 Maret 2026, Indo Siti mengupas tuntas asal-usul nama Barru yang ternyata memiliki kaitan erat dengan kekayaan alam dan kepercayaan spiritual masyarakat setempat di masa lampau.
Barru, yang dulunya dikenal sebagai Kerajaan Beru, awalnya merupakan wilayah yang disebut Ajenrenge. Transformasi nama ini tidak terlepas dari keberadaan pohon kayu khas yang tumbuh subur di wilayah tersebut.
| Baca juga: Wajib Tahu, Ini Asal Usul Bahasa Indonesia |
"Kerajaan Beru atau Ajenrenge banyak ditumbuhi sejenis pohon kayu yang dinamai Aju Beru. Dari situlah nama daerah ini diambil agar lebih simpel dan mudah diingat," ujar Indo Siti.
Pohon Aju Beru bukan sekadar tanaman biasa. Berdasarkan tradisi lisan, kayu dari pohon ini memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai bahan bangunan dan obat-obatan. Namun, ada pantangan adat yang unik: kayu Aju Beru tidak boleh dijadikan lantai rumah karena dianggap sakral dan tidak boleh diinjak-injak.
Selain kisah pohonnya, sejarah Barru juga diwarnai dengan keberadaan pusaka legendaris berupa sumur bertuah bernama Bujung Waranie. Sumur ini konon mengandung "air dewata" yang dapat memberikan keberanian dan kecerdasan bagi siapa saja yang memanfaatkannya. Menariknya, sumur ini diyakini berpindah secara gaib dari Kerajaan Luwu ke wilayah Ajenrenge, yang kemudian memicu kedatangan bangsawan Luwu, Laware Maluajeng, untuk mencari dan menjaga sumur tersebut.
Dialog interaktif ini juga menyoroti bagaimana masyarakat Barru bertransformasi dalam hal ketahanan pangan. Dahulu, makanan pokok mereka adalah sagu dan rumbia, hingga seorang putra dari Manurunge Rijang Jangange bernama Lasarewo membuka hutan rumbia untuk dijadikan lahan perkebunan dan persawahan. Berkat jasanya, Barru mulai memproduksi beras, dan Lasarewo pun dilantik sebagai raja pertama Kerajaan Beru di atas sebuah batu bersejarah yang disebut Allantireng.
Melalui ulasan ini, RRI Samarinda mengajak pendengar, terutama generasi muda Bugis di perantauan, untuk tetap mengenal akar budaya mereka. Sejarah Barru mengajarkan bahwa kemajuan suatu daerah sering kali bermula dari kearifan lokal dalam menjaga alam dan semangat inovasi dalam mengelola sumber daya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....