Disdikbud Kaltim Siap Dukung Ekstensi Iftar Jadi Warisan Budaya Dunia Indonesia
- 14 Mar 2026 15:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat Ramadhan, mendukung pengusulan ekstensi tradisi buka puasa bersama atau iftar sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia Indonesia ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun ini.
Dukungan itu ia sampaikan usai mengikuti dialog budaya bertajuk “Iftar dalam Perspektif Budaya Masyarakat Adat Kalimantan Timur” yang digelar di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV, Jalan H.A.M Rifaddin, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Jumat 13 Maret 2026.
“Budaya iftar ini bukan hanya ada di Kalimantan Timur, tapi hampir di seluruh Indonesia bahkan di negara lain, meskipun bentuknya berbeda-beda,” ujar Rahmat.
Ia menilai, tradisi berbuka puasa bersama tidak hanya menjadi bagian dari praktik keagamaan, tetapi juga berkaitan dengan kekayaan kuliner dan kebiasaan masyarakat selama bulan Ramadan. Di Kalimantan Timur, misalnya, masyarakat memiliki beragam menu khas yang biasa disajikan saat berbuka puasa.
“Kita punya makanan-makanan tradisional saat buka puasa, seperti laduman dan berbagai menu lainnya. Itu yang menjadi pekerjaan rumah bersama agar bisa terus dilestarikan,” kata dia.
Menurut Rahmat, upaya pelestarian tradisi tersebut perlu melibatkan generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memperkuat pengenalan budaya melalui pendidikan di sekolah.
“Kami sudah berdiskusi dengan Pemerintah Kota Samarinda bagaimana melestarikan budaya ini, salah satunya melalui muatan lokal di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Selain itu, Disdikbud Kaltim juga membuka peluang kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV untuk menghadirkan kegiatan atau event budaya yang berkaitan dengan tradisi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menjaga tradisi yang telah lama berkembang di daerah.
“Ke depan mungkin kita bisa bekerja sama membuat event-event untuk melestarikan kebudayaan tradisional ini,” kata Rahmat.
Ia menambahkan, tradisi berbuka puasa bersama mencerminkan identitas budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung nilai kebersamaan. Karena itu, menurutnya, tradisi tersebut penting dipertahankan agar tetap hidup di tengah perubahan gaya hidup generasi muda.
“Ini bagian dari budaya kita. Jangan sampai generasi muda justru lebih tertarik dengan budaya luar dan melupakan budaya sendiri,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....