Bukan Cuma Soal Suara, Ini Catatan Juri untuk 10 Finalis Bintang Radio Samarinda
- 16 Sep 2026 18:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penampilan 10 finalis Bintang Radio di City Centrum Samarinda, Rabu, 16 September 2026 mendapat sejumlah catatan dari dewan juri. Selain kemampuan vokal, para peserta dinilai perlu lebih berani mengeksplorasi panggung dan membangun penampilan yang mampu menarik perhatian penonton.
Penilaian tersebut disampaikan tiga juri, yakni Chandra Tatuk atau Chandra Idol, Litaly yang merupakan juara keenam Kontes Dangdut Indonesia (KDI) musim ketiga, serta Saparuddin, pegiat dan penikmat musik dari RRI Samarinda.
Saparuddin mengatakan, secara umum masih ada finalis yang belum mengeluarkan kemampuan secara maksimal saat tampil di panggung final. Selain itu menurutnya, peserta perlu meningkatkan kualitas performance agar tidak hanya terpaku pada kemampuan bernyanyi.
“Penampilan final ini masih ada yang belum all out. Teman-teman juga masih kurang sadar kamera,” kata Saparuddin.
Ia menjelaskan, keberadaan kamera di berbagai sisi panggung seharusnya menjadi perhatian peserta. Kamera tidak hanya berada di satu titik, tetapi ada yang berada di tengah maupun bergerak mengikuti penampilan.
Karena itu, Saparuddin meminta para finalis lebih peka terhadap situasi di atas panggung.
“Seorang penampil itu harus lebih peka. Kiri, kanan, depan, belakang itu semua terlihat, jadi kasih yang terbaik. Panggungnya memang tidak begitu besar, tapi harus dimaksimalkan dengan baik,” ujarnya.
Selain soal kamera dan penguasaan panggung, Litaly turut mengingatkan para finalis agar tidak membatasi kemampuan mereka pada satu jenis musik. Menurutnya, seorang penyanyi perlu mampu menghadapi berbagai genre dan membawakan lagu dengan karakter yang berbeda.
Ia pun menceritakan pengalamannya saat mengikuti Bintang Radio yang kemudian menjadi salah satu pijakan hingga dirinya lolos dalam ajang KDI.
“Sedikit cerita, aku lolos KDI itu karena prestasiku di Bintang Radio. Jadi semua genre itu bagaimana kalian mampu menyanyikannya, mau keroncong, pop, dan lain-lain,” kata Litaly.
Ia juga menekankan pentingnya membawakan lagu dengan perasaan. Menurut dia, teknik bernyanyi memang diperlukan, tetapi penyanyi juga harus mampu menyampaikan emosi lagu kepada penonton.
Litaly pun meminta para finalis tidak hanya memikirkan bagaimana menyelesaikan lagu dengan benar, tetapi juga menghadirkan perasaan ketika bernyanyi.
“Jadi aku berharap teman-teman semua menjadi penyanyi itu seutuhnya, with your heart, not your brain. Karena kalau kita bernyanyi pakai hati, semua orang pasti akan melirik,” ucapnya.
Menurut Litaly, ketika seorang penyanyi mampu menyampaikan sesuatu dengan hati, perhatian penonton akan muncul dengan sendirinya. Hal itu yang menurutnya menjadi nilai penting dalam sebuah penampilan.
“Ketika kita mengeluarkan sesuatu, orang sudah balik badan melihat. Itu yang mahal,” ujarnya.
Sementara itu, Chandra Tatuk juga memberikan penilaian terhadap penampilan para finalis. Ia melihat masing-masing peserta memiliki karakter vokal dan kekuatan yang berbeda, sehingga kemampuan tersebut perlu terus dikembangkan melalui pengalaman tampil di atas panggung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....