Internet BAKTI di Maratua Dorong Belajar Anak Sekolah dan Ekonomi Masyarakat
- 14 Jun 2026 16:11 WIB
- Samarinda
Video
RRI.CO.ID, Samarinda - Pulau Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini sukses menjadi salah satu percontohan transformasi digital di wilayah terluar Indonesia berkat infrastruktur telekomunikasi yang dibangun oleh BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kehadiran internet di wilayah ini terbukti membawa dampak besar bagi sektor pendidikan dan perekonomian lokal. Siswa SD Kampung Payung-Payung, Muhammad Zaki Al Hafiz, mengaku kini jauh lebih mudah mencari materi pelajaran dan mengerjakan tugas secara daring berkat layanan internet tersebut. Dampak positif serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha penginapan, Abdul Gafar, yang menyatakan bahwa aktivitas promosi, komunikasi dengan tamu, hingga pemantauan informasi cuaca oleh nelayan setempat kini sangat bergantung pada jaringan internet dari BAKTI Komdigi.
Meskipun kualitas jaringan dinilai masyarakat masih memerlukan penguatan agar lebih stabil, tingginya penggunaan internet di Maratua menjadi bukti keberhasilan program konektivitas digital pemerintah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, Kamis, 11 Juni 2026, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah optimalisasi kapasitas internet yang belum sepenuhnya efisien, mengingat penggunaan di SD Negeri 001 Payung-Payung saja sudah mencapai lebih dari 500 pengguna. Untuk itu, BAKTI telah menerapkan pengaturan khusus dengan mengalokasikan 70 persen kapasitas internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dan 30 persen sisanya untuk pemakaian publik. Melalui pemanfaatan BTS, internet publik, hingga jaringan satelit SATRIA-1, BAKTI Komdigi berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan demi memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kualitas pendidikan di kawasan perbatasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....