Bahaya Tersembunyi Dibalik Penggunaan Loofah Saat Mandi

  • 30 Jun 2024 19:20 WIB
  •  Samarinda

KBRN,Samarinda : Penggunaan loofah atau spons mandi menjadi kebiasaan yang umum di banyak rumah tangga. Namun, para ahli mengungkapkan bahwa penggunaan loofah saat mandi tidak disarankan karena alasan kesehatan.

Dilansir dari tempo.com, penelitian menunjukkan bahwa loofah dapat menjadi sarang bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan oleh struktur loofah yang berpori, sehingga air, sabun, dan sel kulit mati mudah terperangkap di dalamnya. Lingkungan lembap yang tercipta menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

Bahaya Infeksi Kulit

Loofah yang digunakan berulang kali tanpa perawatan yang tepat dapat menyebabkan infeksi kulit. Bakteri seperti Staphylococcus dan Pseudomonas bisa berkembang biak di dalam loofah, yang dapat menyebabkan infeksi kulit jika digunakan secara terus-menerus.

Alternatif yang Lebih Aman

Untuk menghindari risiko kesehatan, para ahli merekomendasikan beberapa alternatif yang lebih aman. Salah satunya adalah menggunakan kain lap atau tangan kosong saat mandi. Kain lap lebih mudah dibersihkan dan dapat dicuci dengan mesin, sehingga risiko penumpukan bakteri lebih rendah. Selain itu, penggunaan tangan kosong juga dianggap lebih higienis dan efektif untuk membersihkan kulit.

Tips Perawatan Loofah

Bagi mereka yang tetap ingin menggunakan loofah, penting untuk memperhatikan cara perawatannya. Loofah harus dikeringkan dengan baik setelah digunakan dan disimpan di tempat yang kering dan berventilasi. Selain itu, loofah perlu diganti secara rutin setiap tiga sampai empat minggu sekali untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.

Dengan memahami risiko dan cara perawatan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait penggunaan loofah saat mandi demi menjaga kesehatan kulit.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....