Pengelolaan Gulma Secara Terpadu pada Tanaman Padi Sawah

  • 21 Jun 2024 10:41 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pengelolaan gulma merupakan salah satu aspek penting dalam budidaya tanaman padi sawah. Gulma dapat mengurangi hasil panen secara signifikan dengan bersaing memperebutkan air, nutrisi, dan cahaya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan Pengelolaan Gulma Secara Terpadu yang efektif dan berkelanjutan.

Sebagaimana dikutip dari laman facebook BSIP Kaltim, yang menyebutkan bahwa gulma telah menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi padi. Gulma mempengaruhi tanaman padi melalui beberapa hal diantaranya, persaingan hara, air dan sinar matahari; menjadi tempat bersarangnya ataupun inang dari hama dan penyakit; serta mengurangi kualitas gabah karena bercampur saat panen.

Scera umum, gulma dapat digolongkan menjadi 3 yaitu gulma daun sempit/rumput, teki, dan daun lebar. Adapun pengendalian gulma sangat penting dilakukan sedini mungkin.

Beberapa teknik pengendalian penting diantaranya adalah:

1. Penggunaan benih yang bebas dari campuran biji-biji gulma yang terbawa saat panen (benih bersertifikat).

2. Pengolahan tanah sempurna yang berfungsi untuk mematikan biji-biji gulma yang masih ada dilahan sawah.

3. Penggunaan herbisida pra tumbuh yang dilakukan 3–5 hari sebelum tanam.

4. Penggunaan herbisida purna tumbuh yang dilakukan pada umur 7-10 hari setelah tanam.

5. engaturan air irigasi dengan menggenangi areal persawahan untuk menghalangi pertumbuhan gulma, dan

6. pengendalian baik secara manual (gasrok) maupun dengan alsintan (power weeder) dapat dilakukan hingga 45 hari setelah tanam.

Dalam pengelolaan gulma ini juga penting dilakukan pengamatan rutin terhadap pertumbuhan gulma di lahan pertanaman untuk menentukan jenis dan populasi gulma serta efektivitas metode pengendalian yang diterapkan.

Pengelolaan Gulma Secara Terpadu pada tanaman padi sawah merupakan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan untuk mengendalikan gulma. Dengan menggabungkan berbagai metode seperti pencegahan, mekanis, kultur teknis, biologis, dan kimia, petani dapat mengelola gulma secara efektif tanpa merusak lingkungan.

Implementasi Pengelolaan Gulma Secara Terpadu yang baik akan meningkatkan hasil panen padi, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, dan mendukung keberlanjutan pertanian. Artinya “Mengendalikan Gulma sebanyak 1 kg = Menyelamatkan produksi padi 1 kg”.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....