Tata Cara Dan Bacaan Ketika Melakukan Sholat Witir
- 20 Jun 2024 18:01 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda : Mendirikan sholat witir waktu setelah sholat isya sampai terbitnya fajar shadiq, Melakukan shalat witir dengan jumlah tiga rakaat lebih baik dari satu rakaat.
Dilansir dari lampung.nu.or.id Jika sholatnya satu rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan adalah membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas setelah membaca surat al-Fatihah.
Jika tiga rakaat maka bacaan surat yang dianjurkan adalah membaca surat al-A’la pada rakaat pertama, membaca surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas pada rakaat yang ketiga. Melebihi tiga rakaat maka disunnahkan membaca surat Al-Qadr di setiap awal rakaat, dan membaca surat al-Kafirun pada rakaat yang kedua.
Kesunnahan ini terus berlanjut mulai dari rakaat pertama sampai pada rakaat kedelapan. Sedangkan bacaan surat pada rakaat kesembilan mengikuti bacaan yang telah dijelaskan yaitu membaca surat al-A’la pada rakaat kesembilan, membaca surat al-Kafirun pada rakaat kesepuluh, dan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas pada rakaat kesebelas (Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdani, Fathul Allam bi Syarhi Mursyidil Anam, [Bairut: Dar Ibnu Hazm, Lebanon, 1997], juz II, h. 73).
Sebagaimana ketentuan shalat sunnah pada umumnya, shalat witir juga mempunyai syarat dan rukun yang harus dipenuhi, yaitu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, membaca al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, dan lainnya. Hanya saja, dalam praktik pelaksanaannya, shalat witir bisa dilakukan dengan dua cara apabila jumlah rakaat yang dilakukan melebihi dari satu rakaat.
Dua cara tersebut adalah, boleh menyambung (washal), yaitu menggabungkan rakaat terakhir dengan rakaat sebelumnya. Contoh, melakukan shalat witir sebelas rakaat dengan satu kali takbiratul ihram dan satu salam. Boleh juga dilakukan secara terpisah (fashal), yaitu memisah rakaat sebelumnya dengan rakaat sesudahnya.
Contoh, melakukan shalat witir 10 rakaat dengan satu salam lalu ditambah satu rakaat dengan satu salam, atau bisa juga dilakukan dengan satu salam pada tiap dua rakaat. Cara yang kedua ini lebih utama daripada cara yang pertama (Habib Zain bin Sumaith, Taqriratus Sadidah, 2003, h. 287).
Adapun niat shalat witir, yaitu: Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ. Artinya: Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala. Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ. Artinya: Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala. Lafal niat yang pertama diucapkan ketika hendak melakukan shalat witir satu rakaat, sedangkan lafal niat yang kedua diucapkan ketika hendak melakukan dua rakaat.
Ada banyak keutamaan sholat witir hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan keutamaan shalat witir, yang artinya: Sesungguhnya, Allah swt telah menyediakan kepada kalian semua sebuah shalat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu shalat witir, dan menjadikannya berada di antara shalat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq) (HR Abu Daud).
Pada hadits di atas, dengan sangat jelas Allah memberikan waktu secara khusus dan ibadah secara khusus pula, agar umat Islam bisa mendapatkan pahala yang lebih besar dan lebih banyak, shalat witir sebagai pelengkap dan penyempurna bagi ibadah wajib lainnya yang masih belum sempurna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....