Memanfaatkan Waktu Yang Berjalan Begitu Singkat

  • 14 Mei 2024 09:28 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Dalam keseharian kita, seringkali kita merasakan betapa cepatnya waktu berlalu. Bagi umat Muslim, prinsip waktu yang singkat bukan hanya sekadar pengalaman subjektif, tetapi juga memiliki makna yang mendalam.

Dalam perspektif Islam, waktu dianggap sebagai anugerah dan ujian dari Allah. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan untuk berbuat kebaikan atau melakukan kesalahan.

Menurut Ustaz Muhammad Farchan Jihad Sani dari Muhammadiyah Samarinda dalam tausiahnya diacara Relegi Pagi Minggu (12/5/2024), waktu yang dirasa singkat adalah sebuah peringatan.

“waktu sungguh cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali hari-hari yang telah berlalu. Ini adalah peringatan bagi kita semua untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya,” kata Ustaz Farchan

Waktu diibaratkan sebagai pedang, dimana jika tak pandai menggunakannya maka akan melukai pemiliknya. Sebuah pepatah yang mengatakan waktu adalah uang, juga bisa diartikan sebagai menyia-nyiakan waktu sama dengan menyia-nyiakan uang.

Ustaz Farchan juga menyoroti tren workaholic yang dilakukan manusia saat ini. Menurutnya, tren workaholic ini muncul karna tuntutan ekonomi yang meningkat. Tetapi jangan sampai hal itu membuat manusia melupakan Tuhan. Sesungguhnua waktu yang dirasakan singkat tersebut adalah tanda-tanda kecil hari kiamat

Lantas, amalan apa saja yang wajib ditinggalkan manusia di muka bumi ini?

Menurut Ustaz Farchan, amalan yang wajib tinggalkan di dunia adalah:

  1. Kesolehan yang terjaga agar bisa jadi surii tauladan bagi penerus.
  2. Sedekah jariyah, semua uang, anak soleh, dan semua bentuk kebaikan yang ditinggalkan selama hidup di dunia, maka amalan manusia tidak akan terputus.
  3. Ilmu yang bermanfaat. Dengan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat maka mendapat pahala dari orang yang mengerjakan ilmu tersebut.

Dengan kesadaran akan prinsip waktu yang singkat ini, umat Muslim diajak untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Mereka diajarkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu, tetapi memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....