Tiga Hama Utama Tanaman Cabai Yang Perlu Diketahui

  • 25 Apr 2024 09:11 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Ada tiga hama utama yang sangat merugikan bagi petani cabai antara lain kutu Daun (Myzus persicae), Thrips (Thrips parvispinus), dan Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Hama ini menyerang tanaman cabai pada fase vegetatif mulai di pembibitan sampai fase generatif. Hama-hama ini merusak tanaman dengan cara mengisap cairan daun terutama pada pucuk tanaman sehingga tanaman yang terbentuk daunnya mengeriting dan sulit membuka.

Dampak langsung serangan hama Thrips (Thrips parvispinus), pada permukaan bawah daun berwarna keperak-perakan, daun mengeriting dan berbentuk keriput. Sedangkan dampak tidak langsung, sebagai vektor virus penyebab penyakit keriting dan penyakit mozaik.

Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus) menyerang pada permukaan bawah daun dan menyebabkan daun mengeriting, daun menebal dan kaku, berubah warna menjadi tembaga/kecoklatan, melintir, dan menyusut serta melengkung ke bawah. Pada serangan berat menyebabkan tunas dan bunga gugur.

Sedangkan Kutu daun persik (Myzus persicae) mempunyai tubuh berwarna kuning kehijauan, biasanya hama ini berkelompok di bawah daun. Gejala serangan hama pengisap ini juga sama dengan thrips dan tungau yaitu daun berwarna kekuningan, keriput dan melintir. Pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil. Pada serangan lebih lanjut dapat mengakibatkan tanaman menjadi layu dan mati.

Teknik Pengendalian hama utama tanaman cabai yang dapat dilakukan sebagaimana dilansir dari Facebook BSIP Kaltim adalah:

· Penggunaan mulsa plastik

· Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman sakit atau tempat menempel kutu

· Membakar sisa jerami/mulsa yang dipakai selama musim pertanaman

· Menggunakan bibit sehat

· Penggunaan perangkap likat warna biru atau putih untuk hama Thrips (40 buah per ha atau 2 buah per 500 m2) mulai umur 2 Mst

· Pemasangan perangkap likat kuning 40 buah/ha untuk hama kutu, digantung setinggi 30 cm di atas tanaman

· Menanam tanaman perangkap yaitu jagung di sekitar areal kebun

· Pemanfaatan musuh alami predator kumbang Coccinellidae

· Penggunaan Agens hayati Beauveria bassiana

· Pengendalian juga dapat menggunakan pestisida nabati dari bahan Gadung (Diascorea hispida), lengkuas, serai, mimba, daun sirsak

Tanaman cabai rentan terhadap serangan beberapa hama yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produksi. Sehingga penting untuk menggunakan pendekatan terpadu dalam penanganan hama, yang mencakup penggunaan berbagai metode seperti pengendalian biologis, penggunaan insektisida alami, sanitasi kebun, dan rotasi tanaman untuk mengurangi tekanan hama dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....